Rendahnya kemampuan numerasi anak masih menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas pendidikan, terutama di wilayah pedesaan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan di Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik, ditemukan bahwa sebagian anak-anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan operasi hitung dasar dan menyelesaikan soal numerasi sederhana. Selain itu, belum tersedianya kegiatan pendampingan belajar secara rutin menyebabkan kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan numerasi di luar sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program GENSA (Generasi Sadar Belajar) sebagai upaya meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak di Desa Padaidi. Metode yang digunakan meliputi observasi, pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan kepada 26 peserta yang terdiri atas siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kegiatan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, yaitu pada 28 Juni, 30 Juni, 10 Juli, dan 11 Juli 2026. Pengukuran kemampuan peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep operasi hitung dasar, kemampuan menyelesaikan soal numerasi sederhana, serta meningkatnya keaktifan dan kepercayaan diri peserta selama proses pembelajaran. Pendampingan yang dilakukan secara bertahap melalui penyampaian materi, latihan soal, diskusi, dan bimbingan langsung mampu membantu peserta memahami konsep numerasi dengan lebih baik. Dengan demikian, Program GENSA efektif sebagai bentuk pendampingan belajar berbasis masyarakat dalam mendukung peningkatan kemampuan numerasi anak-anak di Desa Padaidi.