Intan Martha Cahyani
Prodi S1 Farmasi, STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja melalui Program Literasi Kosmetik untuk Meningkatkan Kesadaran terhadap Risiko Klaim Berlebihan Produk Skincare Berbasis Augmented Reality di SMK Nusapersada Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Ririn Suharsanti; Intan Martha Cahyani; Vinsent Brilian Adiguna
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3240

Abstract

Remaja merupakan kelompok konsumen yang aktif menggunakan produk skincare dan media sosial, namun masih menghadapi keterbatasan literasi kosmetik, khususnya dalam memahami keamanan produk, legalitas, serta klaim berlebihan (overclaim). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kosmetik remaja, kemampuan mengevaluasi klaim skincare secara kritis, serta pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media edukasi interaktif. Mitra kegiatan adalah 40 orang siswa SMK Nusapersada Tengaran, Kabupaten Semarang. Program dimulai dengan edukasi literasi kosmetik berbasis sains dan regulasi, pelatihan membaca label dan mengecek izin edar BPOM, penerapan media AR, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Baseline mitra lebih dari 70% siswa menggunakan skincare, sekitar 65% memilih produk berdasarkan influencer/media sosial, sekitar 25% mengetahui cara mengecek izin edar BPOM, dan kurang dari 30% mampu membedakan klaim wajar dan tidak wajar. Target program adalah meningkatkan pemahaman literasi kosmetik menjadi ≥75%, kemampuan mengecek izin edar menjadi ≥80%, dan sikap kritis terhadap overclaim menjadi ≥70%. Media AR dirancang berbasis smartphone Android dengan marker QR dan visualisasi interaktif produk, klaim, bahan aktif, serta risiko overclaim. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan kapasitas pengetahuan siswa sesuai target, modul literasi kosmetik, media Augmented Reality (AR), agen literasi kosmetik remaja, dan video kegiatan. Hasil tersebut penting sebagai upaya membekali remaja dengan kemampuan literasi kosmetik yang krtitis.