Rizki Isnaeni
Fisioterapi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Senam Napas untuk Meningkatkan Kebugaran Kardirespirasi pada Lansia Ulfah Widyastuti Arsal; Nur Fadhilah Irfani; Rizki Isnaeni
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3321

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan tahap kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi organ dan sistem tubuh akibat proses penuaan. Salah satu dampaknya adalah menurunnya kapasitas fungsi paru, efektivitas pertukaran gas, serta daya tahan jantung-paru, sehingga dapat memengaruhi kemampuan fungsional dan aktivitas fisik lansia. Senam napas merupakan latihan sederhana yang dilakukan dengan mengatur pola inspirasi dan ekspirasi secara terkontrol untuk mendukung fungsi pernapasan dan kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas fungsional dan kebugaran jantung-paru lansia melalui program senam napas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Rehabilitation (CBR) melalui sosialisasi, pelatihan kader dan lansia, penerapan senam napas berbasis modul, pendampingan, serta evaluasi dengan desain pre-test–post-test satu kelompok tanpa kelompok pembanding menggunakan 6-Minute Walk Test (6MWT). Intervensi diberikan dalam satu sesi terbimbing, terdiri atas lima latihan pernapasan sesuai modul, yaitu pursed lip breathing (inspirasi 2 hitungan, ekspirasi 4 hitungan), pernapasan diafragma (inspirasi ±4 detik, ekspirasi ±6 detik), thoracic expansion exercise (tahan 2–3 detik), pernapasan dalam (tahan 2–3 detik), dan pernapasan dengan ekstremitas atas, masing-masing 10–15 repetisi. Sebanyak 20 lansia mengikuti kegiatan. Rerata jarak tempuh 6MWT meningkat dari 403,8 ± 53,1 m pada pre-test menjadi 451,8 ± 63,2 m pada post-test, dengan selisih rerata 48,0 m dengan nilai p < 0,001. Distribusi kategori juga membaik, ditandai peningkatan kategori baik dari 7 menjadi 12 orang dan sangat baik dari 1 menjadi 4 orang. Dengan demikian, program senam napas berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional, toleransi aktivitas, dan kebugaran kardiorespirasi lansia, meskipun hubungan sebab-akibat belum dapat disimpulkan karena tidak adanya kelompok pembanding dan pemberian intervensi hanya satu sesi.