Kawasan ekoriparian merupakan area transisi antara aliran sungai dan daratan di sekitarnya yang berperan penting secara ekologis, yakni menyaring bahan pencemar sebelum masuk ke badan air, meredam potensi banjir, sekaligus menjadi ruang belajar dan pelestarian lingkungan bagi warga sekitar. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pengembangan kawasan ekoriparian berbasis komunitas di Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, dengan fokus pada keterlibatan masyarakat, edukasi lingkungan, dan kerja sama lintas pihak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 5 informan, informan yang terdiri atas Pak Wisnu ketua RT setempat, Pak Agung Gunawan ketua RW setempat, Daffa ketua Sahabat Hijau Ekologi, Abah Asep Solihin pengurus Ekoriparian dan Pak Ali Sutardi pengurus Ekoriparian. Data dikumpulkan pada satu bulan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sukaragam terlibat dalam pemeliharaan lingkungan, penanaman, pemantauan kondisi kawasan, dan kegiatan edukasi. Komunitas Sahabat Hijau Ekologi berperan sebagai salah satu penggerak dalam mendukung dan mengorganisasi kegiatan pengelolaan kawasan. Kegiatan edukasi lingkungan yang dilakukan melalui keterlibatan langsung memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami kondisi lingkungan sekaligus mengenal tindakan konservasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengembangan kawasan menunjukkan perlunya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar pengelolaan dapat berlangsung secara konsisten dan tidak bergantung pada satu pihak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kawasan ekoriparian Desa Sukaragam tidak hanya berkaitan dengan penataan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh keterlibatan masyarakat, keberlanjutan edukasi, dan koordinasi antarpihak. Berdasarkan temuan tersebut, penguatan kapasitas komunitas dan pelaksanaan edukasi lingkungan secara berkala menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.