Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan sebagian besar faktor risikonya dapat dicegah. Aktivitas santri yang menuntut posisi berdiri atau duduk lama juga meningkatkan risiko penyakit vena kronis pada tungkai, sementara pesantren mahasiswa umumnya belum memiliki program deteksi dini yang terstruktur. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai varises vena, faktor risiko kardiovaskular, dan masalah kesehatan prioritas lain melalui edukasi kesehatan multimateri yang didukung kegiatan skrining kesehatan berbasis Posbindu sebagai komponen pendukung program. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 24 Mei 2026 di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya dengan melibatkan 25 santri yang terbagi dalam lima kelompok materi, yaitu tuberkulosis, stres pada mahasiswa, varises vena, infeksi saluran pernapasan akut, dan bahaya merokok. Pendekatan partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest digunakan untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi kesehatan multimateri. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 74,80 ± 16,61 pada pretest menjadi 85,60 ± 16,85 pada posttest. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p < 0,05), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 48,0% menjadi 76,0%. Kesimpulan: Edukasi kesehatan multimateri dengan dukungan kegiatan skrining berbasis Posbindu menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri segera setelah kegiatan. Perbedaan peningkatan antar kelompok materi perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah peserta tiap kelompok terbatas. Keberlanjutan program memerlukan penguatan kader kesehatan santri dan pelaksanaan Posbindu pesantren secara berkala.