Latar Belakang: Kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja meningkat secara global dan menjadi faktor risiko penyakit tidak menular pada usia dewasa. Di pondok pesantren, penyediaan makanan terpusat yang tinggi karbohidrat dan lemak, konsumsi sayur dan buah yang terbatas, serta jadwal belajar yang padat dan banyak duduk meningkatkan risiko tersebut. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang berbasis konsep piring sehat dan aktivitas jalan kaki terstruktur sebagai upaya pencegahan obesitas di lingkungan pondok pesantren. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, melibatkan 50 santri, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif dan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi penyusunan piring sehat, penetapan jadwal jalan kaki, dan penerapan media edukasi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir (rentang nilai 0–100) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 80,00 ± 13,25 pada pretest menjadi 86,40 ± 11,20 pada posttest. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p < 0,001), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 70,0% menjadi 84,0%. Kesimpulan: Edukasi piring sehat dan aktivitas jalan kaki ssecara terstruktut meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang dan pencegahan obesitas segera setelah intervensi. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penyesuaian menu dapur, penjadwalan jalan kaki rutin, dan pemantauan indeks massa tubuh berkala.