Tri Wahyuningsih
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GEMA TPQ: Strategi KKN dalam Meningkatkan Partisipasi dan Jumlah Santri TPQ Al-Husna di Desa Gembongan Alya Rachmawati; Agung Tri Utama; Alya Atmim Nurona; Aisyah Nur Baiti; Lailia Fatimatuz Zahra; Maulana Azmi Arribat; Achmad Erfani; Mafrukhin Mafrukhin; Tri Wahyuningsih; Nida'ul Khoirun Nisa; Isma Melati; Sabrina Xena Navenia; Rusliana Rusliana; Ayu Salva Pratama; Anisa Ell Raharyani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3347

Abstract

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an dan karakter religius anak sejak usia dini. TPQ Al-Husna di Desa Gembongan menghadapi permasalahan berupa ketidakteraturan kehadiran dan rendahnya partisipasi sebagian santri, yang berkaitan dengan keterbatasan tenaga pengajar, variasi pembelajaran, serta kondisi pendampingan di rumah. Kegiatan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan partisipasi serta jumlah santri melalui strategi GEMA TPQ (Gerakan Menghidupkan dan Memajukan TPQ). Kegiatan dilaksanakan selama enam minggu pada Agustus–September 2026 dengan sasaran santri TPQ Al-Husna. Data Mei–Juli digunakan sebagai data perkembangan sebelum intervensi utama, sehingga angka 58 santri merupakan kondisi awal sebelum rangkaian perkembangan tersebut dan bukan seluruhnya hasil intervensi enam minggu. Metode meliputi identifikasi kondisi awal, pendataan santri, koordinasi dengan pengurus dan orang tua, strategi jemput dan jaga santri, kelas mengaji, permainan edukatif, pendampingan rutin, pencatatan kehadiran, serta monitoring dan evaluasi. Data perkembangan menunjukkan jumlah santri meningkat dari 58 menjadi 84 anak, atau sebesar 44,8% sedangkan selama periode utama GEMA TPQ jumlah santri meningkat dari 70 menjadi 84 anak. Rata-rata frekuensi kehadiran tercatat meningkat dari sekitar tiga menjadi sekitar enam kali per minggu. Hasil ini dipahami sebagai indikasi adanya perubahan partisipasi selama program, bukan sebagai bukti hubungan sebab-akibat, karena dukungan orang tua dan kegiatan TPQ yang telah berlangsung sebelumnya juga dapat berkontribusi. Keberlanjutan program memerlukan pendataan berkala, penguatan kapasitas pengajar, variasi metode pembelajaran, kaderisasi pendamping, serta kerja sama antara pengurus TPQ, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat.