Faikarashif Andika Rizqian
Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diplomasi Publik Pemuda dan Penguatan Kapasitas Anak serta Ruang Belajar Komunitas melalui KKN Internasional di Xã Bàu Lâm, Vietnam Elpeni Fitrah; Condro Wibowo; Felicia Ruth Evelyn; Nayla Cleosa Maharani; Faikarashif Andika Rizqian; Muhammad Zhafran Abiyyu; Yohana Aulia Anindita; Kholifatus Saadah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3356

Abstract

Konektivitas antarmasyarakat merupakan pilar Komunitas ASEAN yang masih lemah dalam praktik, khususnya pada tingkat komunitas pedesaan. Artikel ini melaporkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Jenderal Soedirman di Xã Bàu Lâm, Kota Ho Chi Minh, Vietnam, pada 10 Juli sampai 5 Agustus 2026, yang terintegrasi ke dalam Green Summer Volunteer Campaign (Mùa Hè Xanh) University of Social Sciences and Humanities (USSH). Kegiatan melibatkan sepuluh mahasiswa Unsoed bersama lima mahasiswa Universitas Mataram, 25 mahasiswa USSH, dan 15 relawan Youth Union setempat. Metode pelaksanaan memadukan asset-based community development dengan international service-learning melalui empat tahap, yaitu koordinasi institusional, asesmen kebutuhan partisipatif, implementasi bersama, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tiga program utama terealisasi penuh sesuai volume yang direncanakan, meliputi mural edukatif sepanjang sekitar dua puluh meter di Rumah Adat Chơ Ro selama delapan hari, Summer Class bahasa Inggris dan permainan tradisional dalam delapan sesi dengan rata-rata sepuluh anak per sesi, serta pertukaran budaya yang berpuncak pada Vietnam-Indonesia Cultural Exchange Festival dengan kehadiran lebih dari dua puluh warga. Capaian Summer Class dilaporkan pada tingkat partisipasi dan respons peserta, bukan pada perubahan kemampuan bahasa, karena tidak tersedia asesmen sebelum dan sesudah program. Temuan utama adalah pergeseran diplomasi budaya dari satu arah menuju resiprositas, yang ditelusuri melalui catatan lapangan berupa inisiatif mitra Vietnam mempelajari dan menampilkan Tari Pukat serta Ondel-Ondel, tampilnya kelompok ibu-ibu warga sebagai penyaji budaya Vietnam pada panggung yang sama, dan pembagian peran penyajian yang berimbang dalam kelompok campuran pada exchange program di USSH. Keterbatasan bahasa, cuaca, dan regulasi keimigrasian mendorong penyesuaian peran mahasiswa dari pengajar utama menjadi ko-fasilitator.