Meisya Maulida
Psikologi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga di Desa Loa Rw 11 Syifa Shahieza; Ryan Hidayat; Wickha Juliani; Muhammad Fadhlan Rizqullah; Muhammad Rasyid Hatami; Muhammad Rizqy Subagja; Teti Nur Azizah; Meisya Maulida; Miftah Awaludzi Rizki; Wizdan Taufik Abadallah; Mae Amelianawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3364

Abstract

Kesehatan keluarga merupakan salah satu fondasi utama kesejahteraan masyarakat, namun pemenuhannya sering terkendala oleh keterbatasan ekonomi dan ketergantungan terhadap obat-obatan kimia. Salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat RW 11, Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, dalam memanfaatkan lahan bersama untuk budi daya TOGA secara kolektif. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu penanaman bibit pada 25 Agustus 2026 dan peresmian taman TOGA pada 30 Agustus 2026, dengan menanam 18 jenis tanaman sebanyak 68 bibit secara kolektif di lahan bersama RT 01 sebagai taman TOGA komunal yang dikelola bersama dan dapat diakses secara terbuka oleh warga, tanpa dibagikan ke rumah tangga. Data dikumpulkan secara observasional-kualitatif melalui pengamatan partisipatif dan catatan lapangan, kemudian dibandingkan dengan sembilan studi acuan sejenis pada rentang 2021–2026. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi warga yang tinggi (50 peserta, 10 panitia) serta model taman TOGA komunal berakses terbuka yang tidak ditemukan pada sembilan studi acuan yang dibandingkan. Model ini dirancang untuk menekan risiko kegagalan tanam pada fase kritis dan berpotensi memperkuat modal sosial antarwarga, meskipun klaim ini masih bersifat prediktif karena belum didukung data pemantauan pascaperesmian. Kegiatan ini berkontribusi secara konseptual dengan memperluas kerangka tahapan pemberdayaan melalui penegasan tahap pendayaan kolektif berbasis akses terbuka.