Tri Yulianto
Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyaluran Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani di Rempang Eco City, Kepulauan Riau R Muhamad Razi; Rika Sartika; Syaqilla Syaqilla; Nurbella Kurnia Herawati; Yunita Br Situmorang; Salwa Cahyadi; Jhon Agus Frando Sipayung; Fito Anadiansyah; Gege Laudie; Yunisya Azura; Tri Yulianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3392

Abstract

Lahan pekarangan pada sepuluh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih didominasi tanaman sayur-sayuran, sementara pemanfaatan tanaman obat keluarga belum banyak dilakukan. Kondisi ini diperberat oleh keterbatasan luas lahan, belum tersedianya model pengolahan hasil tanaman obat bernilai ekonomi, rendahnya partisipasi sebagian anggota dalam kegiatan bertani, kebutuhan media tanam tambahan yang belum terjangkau secara ekonomi, serta belum terbangunnya jejaring kerja sama antar KWT dalam mengelola kebun tanaman obat secara kolektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan dan menyalurkan tanaman kunyit, jahe, dan kencur kepada sepuluh KWT sebagai stimulan pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi kondisi lahan dan kebutuhan mitra, diskusi pemilihan jenis tanaman bersama perwakilan KWT, penyiapan media tanam, uji coba penanaman oleh mahasiswa KKN, hingga penyerahan bibit kepada mitra pada tanggal 09 sampai dengan 24 Agustus 2026. Hasil kegiatan menunjukkan tersalurkannya 100 polybag bibit kunyit, jahe, dan kencur secara merata kepada seluruh sepuluh KWT sasaran, dalam kondisi sehat dan siap tanam. Distribusi ini menambah jenis tanaman pekarangan yang sebelumnya didominasi sayuran. Kegiatan ini masih menghadapi sejumlah kendala, yaitu yaitu lahan pekarangan yang belum tertata, rendahnya partisipasi anggota, kebutuhan media tanam tambahan, ketiadaan model pengolahan hasil bernilai ekonomi, dan lemahnya jejaring antar KWT, sehingga keberlanjutan pemanfaatan bibit ke depan memerlukan pendampingan lanjutan.