Eko Haryadi Haryadi
UBSI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Ancaman Keamanan Siber Dari Penyalahgunaan Sumber Daya Tik: Studi Kasus Perusahaan Polymer Eko Haryadi Haryadi; Diah Wijayanti; Eka Chadra Ramdhani; Indria Widyastuti
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15 No 4 (2024): Technologia (Oktober)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i4.16429

Abstract

Masalah: Mengklik tautan secara acak atau membuka situs web yang tidak dikenal di komputer atau perangkat seluler dapat membahayakan perangkat karena mengunduh perangkat lunak berbahaya Penggunaan model keamanan lama tidak memadai terhadap risiko keamanan siber yang berkembang, Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis ancaman-ancaman akibat dari penyalahgunaan sumberdaya TIK, dengan fokus pada kerentanan yang dieksploitasi oleh pelaku kejahatan. Ancaman-ancaman utama seperti serangan phishing, infeksi malware dan pencurian data dibahas secara terperinci. Metode eksploitasi, termasuk rekayasa sosial, kerentanan perangkat lunak, dan pencurian kredensial, dibahas untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang lanskap ancaman. Makalah ini juga mengeksplorasi dampak dari ancaman-ancaman ini terhadap organisasi, dengan menyoroti kerugian finansial, kerusakan reputasi, dan gangguan operasional.Metode: Penelitian menggunakan lima kerangka penelitian operasional yang meliput persiapan, desain, pengumpulan data, analisis data dan penulisan.Hasil: . Hasil peneitian ini memberikan pengelompokan berbagai macam ancaman ke dalam lima besar malware yaitu remote access trojan, information stealer, banking trojan, ramsomware dan botnet.Kesimpulan: Upaya yang terbaik dalam pencegahan ancaman ini adalah dengan peningkatan teknologi keamanan jaringan, memperbaharui regulasi dan kebijakan serta peningkatan kesadaran keamanan siber melalui proses pelatihan yang regular dan terdokumentasi.Kata Kunci: Siber, Malware, TIK
PENGURANGAN RISIKO KEAMANAN SIBER: PERSPEKTIF TEKNOLOGI INFORMASI, ORGANISASI KERJA DAN KOMPETENSI Eko Haryadi Haryadi; Eka Chandra; Juniarti Eka Sapitri; Fransisca natalia
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 4 (2025): Technologia (Oktober)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v16i4.20479

Abstract

Banyak organisasi kekurangan bakat, pengetahuan, pendidikan, kesadaran, dan keahlian di bidang keamanan siber; sehingga kekurangan ini terus berkembang dan menjadi masalah yang signifikan. Kenyamanan yang dirasakan masyarakat dan investor (operator bisnis) tentang perlindungan hukum dan data dapat sangat terpengaruh oleh dampak pelanggaran. Pengaruh terbesar berasal dari gugatan yang diajukan terhadap pemerintah atas masalah keamanan siber. Penelitian ini mengenali dampak infrastruktur teknologi informasi, organisasi dan pengembangan diri beserta interkoneksinya. Penelitian ini menggunakan lima kerangka kerja penelitian operasional yang berbeda, meliputi tahapan persiapan, desain, pengumpulan data, analisis data, dan proses penulisan. Berdasarkan hasil dari f-square pada PLS SEM di hasilkan kontribusi infrastruktur teknologi informasi terhadap kompetensi adalah 0.129, kontribusi organisasi kerja  terhadap kompetensi adalah 0.06, sedangkan kontribusi kompetensi terhadap perilaku kerja adalah 0.10, hasilnya menunjukan adanya kontribusi akan tetapi belum memberikan pengaruh yang significant.  Keahlian dalam keamanan siber sanggatlah penting, karena dapat sangat memengaruhi kapasitas organisasi atau individu untuk melindungi diri dari ancaman siber. Keahlian yang memadai, yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap, akan memfasilitasi dalam rangka mengidentifikasi, pencegahan, deteksi, dan respons terhadap ancaman siber dengan efektivitas yang lebih tinggi.