Recika Amalia Putri
IPB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“BERTAMASA”, IMPLEMENTASI PENGENDALIAN HAMA TERPADU DAN IPB DIGITANI SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA SAGARA Nurul Hidayati; Novitasari Khusnul Chotimah; Aryasatya Nugraha; Putri Zaharani Pratiwi; Akbelhaqqi Dalhats; Nazla Khairani Putri; Danang Muhammad Ramadhan; Recika Amalia Putri; Ashya Naifha Putri Ilma
SENTRA ABDIMAS: Sinergi dan Transformasi dalam Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): SENTRA ABDIMAS Volume 1, Nomor 2,Desember 2025
Publisher : STMIK Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33020/sentraabdimas.v1i2.846

Abstract

Program BERTAMASA merupakan sebuah program yang terdiri dari edukasi mengenai pentingnya pertanian dengan penerapan konsep Pengendalian hama Terpadu (PHT) dan demo penggunaan aplikasi IPB Digitani dalam rangka mendukung pertanian keberlanjutan. Program ini berfokus pada pertanian terpadu memang sangat relevan, terutama di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang meningkat. Pertanian terpadu satu tahun yang diusung program ini adalah pendekatan yang sangat bermanfaat bagi petani, terutama di Desa Sagara Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat yang dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2024. Program yang melibatkan para petani di Desa Sagara ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesehatan tanah dan mengurangi dampak lingkungan negatif. Dengan mendorong diversifikasi tanaman dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik, petani bisa mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, yang sering kali merusak tanah dan ekosistem secara keseluruhan. Prinsip prinsip dasar pertanian terpadu seperti rotasi tanaman, penggunaan pupuk organik, dan integrasi tanaman dengan peternakan adalah beberapa strategi yang dapat meningkatkan keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang. Bagi petani di Desa Sagara, memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini bisa membantu mereka tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga lingkungan mereka tetap sehat dan produktif untuk generasi mendatang. Selain itu, para petani didorong untuk mengimplementasikan penggunaan aplikasi IPB Digitani sebagai sarana konsultasi petani dengan ahli pertanian dalam menyelesaikan permasalahan hama yang dialami oleh petani.