Maurizka Pitria Amrika Putranti
Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Resiko Hiperkolesterolemia pada Karyawan Hotel Z di Kota Balikpapan Fransisca Sitorus; Rieska Indah Mulyani; Maurizka Pitria Amrika Putranti; Aminah Toaha toaha
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dipengaruhi oleh gaya hidup seperti pola makan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan status gizi. Karyawan hotel termasuk kelompok yang rentan terhadap gaya hidup tidak sehat akibat tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hiperkolesterolemia pada karyawan Hotel Z di Kota Balikpapan. Desain Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) dan total sampling sebanyak 41 orang karyawan yang telah terdiagnosis hiperkolesterolemia berdasarkan hasil laboratorium. Peneltian dilaksanakan di hotel Zurich kota Balikpapan dari bulan oktober 2024 sampai Juni 2025. Hasil Uji data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan memiliki nilai p=0,396 (RP=1,1; 95% CI=0,407–3,109), aktivitas fisik p=0,361 (RP=0,5; 95% CI=0,214–1,214), kebiasaan merokok p=0,192 (RP=0,4; 95% CI=0,205–1,049), dan IMT p=0,757 (RP=1,0; 95% CI=0,449–2,457). Keempat variabel tersebut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik terhadap hiperkolesterolemia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan IMT merupakan faktor risiko yang belum menunjukkan hubungan signifikan terhadap hiperkolesterolemia. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar serta mempertimbangkan variabel lain seperti stres kerja, riwayat keluarga, dan asupan lemak jenuh perlu dilakukan. Edukasi berkelanjutan mengenai pola makan seimbang dan gaya hidup sehat disarankan sebagai upaya pencegahan.