Moch. Mahdiyan Nasikhin
Universita Islam Bunga Bangsa Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Integration of Tawakal Values in Islamic Religious Education Learning: A Conceptual Analysis of the Al-Hikam Perspective by Ibn Athaillah al-Sakandari Fudailah Alfain; Sinta Nuriyah; Mohammad Wakhyudi; Zamach Syari; Ahmad Syifauddin; Moch. Mahdiyan Nasikhin; Meylinda Khusnan Aprilia; Siti Khafiyatul Ulwiyah; M. Husni Mubarak
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to reconstruct the concept of tawakal in the perspective of the book Al-Hikam by Ibn Athaillah al-Sakandari and formulate its integration in the learning of Islamic Religious Education (PAI). In the modern era, the distortion of understanding of tawakal often gives birth to a fatalistic (passive) attitude or conversely, rationality without a spiritual dimension that triggers anxiety. Using qualitative methods through library research and philosophical-pedagogical approaches, this study analyzes the content of the book of Al-Hikam as a primary source. The findings of the study show that in Ibn Athaillah's view, tawakal is not a passive attitude, but a balance between submission of the heart (the inner aspect) and obedience in endeavor (the birth aspect). Pedagogically, tawakal values can be integrated into PAI learning through the internalization of character values, teacher examples, and reflective processes. This integration functions as an instrument of emotional regulation for students, which is parallel to the concepts of self-efficacy and perceived control in psychology, so as to be able to form a student mentality that is resilient, optimistic, and has inner peace in facing academic and social challenges. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep tawakal dalam perspektif kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah al-Sakandari serta merumuskan integrasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Di era modern, distorsi pemahaman terhadap tawakal sering kali melahirkan sikap fatalistik (pasif) atau sebaliknya, rasionalitas tanpa dimensi spiritual yang memicu kecemasan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dan pendekatan filosofis-pedagogis, penelitian ini menganalisis konten kitab Al-Hikam sebagai sumber primer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam pandangan Ibnu Athaillah, tawakal bukanlah sikap pasif, melainkan keseimbangan antara ketundukan hati (aspek batin) dan ketaatan dalam berikhtiar (aspek lahir). Secara pedagogis, nilai tawakal dapat diintegrasikan dalam pembelajaran PAI melalui internalisasi nilai karakter, keteladanan guru, dan proses reflektif. Integrasi ini berfungsi sebagai instrumen regulasi emosi bagi peserta didik, yang paralel dengan konsep self-efficacy dan perceived control dalam psikologi, sehingga mampu membentuk mentalitas siswa yang tangguh, optimis, dan memiliki ketenangan batin dalam menghadapi tantangan akademik maupun sosial.
The Concept of Tawakal in the Perspective of Sufism: An Analysis of Ibn Atha'illah's Thought in the Book of Al-Hikam Ana Rohmatul Wafiroh; Aoulia; Siti Komariah; Sifa Latifah; Ajeng Wundari; Abdul Yamin; Cecep Ubaidillah; Moch. Mahdiyan Nasikhin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the concept of tawakkal from a Sufi perspective through the analysis of the thought of Ibn 'Atha'illah al-Sakandari in Al-Hikam. The background of this research lies in the frequent distortions of tawakkal in modern society, which is often interpreted as passive fatalism that ignores human effort or as an over-reliance on rational efforts that ignores the spiritual dimension. This research aims to provide a comprehensive conceptual understanding of tawakkal and analyze its relevance in addressing contemporary psychological and existential challenges. This research uses a qualitative approach with library research methods, using conceptual and interpretive frameworks. Primary data sources include Al-Hikam, the Qur'an, and Hadith, while secondary sources consist of classical Sufi works and contemporary studies on religiosity and mental health. The findings reveal that tawakkal, according to Ibn 'Atha'illah, is not a neglect of effort but a state of the heart that is detached from dependence on worldly causes while continuing to make optimal efforts (endeavor). Tawakkal serves as an integrative principle that harmonizes effort and surrender, offering a critique of fatalistic and materialistic tendencies. In addition, tawakkal has significant psychological implications, including reducing anxiety, strengthening emotional resilience, and fostering inner peace in the midst of uncertainty. In conclusion, tawakkal in Al-Hikam represents a holistic spiritual-ethical concept that is theologically based and relevant as a psycho-spiritual coping mechanism in modern life. Abstrak Penelitian ini mengkaji konsep tawakkal dari perspektif Sufi melalui analisis pemikiran Ibnu 'Atha'illah al-Sakandari dalam Al-Hikam. Latar belakang penelitian ini terletak pada seringnya distorsi tawakkal dalam masyarakat modern, di mana sering diartikan sebagai fatalisme pasif yang mengabaikan upaya manusia atau sebagai ketergantungan berlebihan pada upaya rasional yang mengabaikan dimensi spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman konseptual yang komprehensif tentang tawakkal dan menganalisis relevansinya dalam mengatasi tantangan psikologis dan eksistensial kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan, menggunakan kerangka konseptual dan interpretatif. Sumber data primer termasuk Al-Hikam, Al-Qur'an, dan Hadis, sedangkan sumber sekunder terdiri dari karya-karya Sufi klasik dan studi kontemporer tentang religiusitas dan kesehatan mental. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa tawakkal, menurut Ibnu 'Atha'illah, bukanlah pengabaian usaha tetapi keadaan hati yang terlepas dari ketergantungan pada sebab-sebab duniawi sambil terus melakukan upaya yang optimal (ikhtiar). Tawakkal berfungsi sebagai prinsip integratif yang menyelaraskan upaya dan penyerahan, menawarkan kritik terhadap kecenderungan fatalistik dan materialistis. Selain itu, tawakkal memiliki implikasi psikologis yang signifikan, termasuk mengurangi kecemasan, memperkuat ketahanan emosional, dan menumbuhkan kedamaian batin di tengah ketidakpastian. Kesimpulannya, tawakkal dalam Al-Hikam mewakili konsep spiritual-etika holistik yang didasarkan secara teologis dan relevan sebagai mekanisme koping psiko-spiritual dalam kehidupan modern.