Ridwan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Use of the Storytelling Method to Improve the Expressive Language Ability of Group B Kindergarten Children Eri Lasdame Saragih; Ridwan
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5–6 tahun Kelompok B di TK Taman Harapan Jambi School melalui penerapan metode bercerita (storytelling). Latar belakang penelitian adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengungkapkan ide secara lisan, keterbatasan kosakata, serta kurangnya keberanian tampil bercerita. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan, pada Semester II Tahun Ajaran 2025/2026. Subjek penelitian berjumlah 11–12 anak. Tindakan pada Siklus I berupa bercerita dengan media gambar/buku cerita disertai tanya jawab sederhana, sedangkan Siklus II berupa bercerita interaktif menggunakan boneka/alat peraga disertai kegiatan menceritakan kembali. Data dikumpulkan melalui lembar observasi terhadap delapan indikator bahasa ekspresif dengan empat kategori capaian (BB, MB, BSH, BSB) dan dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 1,88 (kategori Mulai Berkembang) pada Siklus I menjadi 3,31 (kategori Berkembang Sesuai Harapan) pada Siklus II. Kategori Belum Berkembang menurun dari 13% menjadi 0%, sementara ketuntasan klasikal kategori BSH dan BSB meningkat dari 0% menjadi 83,3%, melampaui ambang keberhasilan 75%. Seluruh delapan indikator pada Siklus II mencapai sekurang-kurangnya kategori Berkembang Sesuai Harapan, sesuai milestone perkembangan anak usia 5–6 tahun. Disimpulkan bahwa metode bercerita efektif meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak; bercerita interaktif berbantuan boneka/alat peraga memberikan dampak lebih kuat dibanding media gambar.
Improving Children’s Fine Motor Skills Through Finger Painting Activities in Kindergarten Misnawaty; Ridwan
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan aspek perkembangan yang menentukan kesiapan anak menulis dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, namun di Kelompok B TK Islam Baiturrahim Kota Jambi keterampilan ini belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan finger painting. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar pengamatan delapan indikator motorik halus dengan skala empat kategori (BB, MB, BSH, BSB), kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor dan persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang progresif: rata-rata skor Siklus I sebesar 2,75 (Berkembang Sesuai Harapan) dengan ketuntasan 75%, meningkat menjadi 3,94 (Berkembang Sangat Baik) pada Siklus II dengan ketuntasan gabungan BSH dan BSB sebesar 100% serta 94% anak mencapai kategori tertinggi. Seluruh delapan indikator pada Siklus II mencapai sekurang-kurangnya kategori Berkembang Sesuai Harapan sesuai milestone anak usia 5–6 tahun. Disimpulkan bahwa kegiatan finger painting yang dirancang secara bertahap—dari pengenalan satu warna dasar menuju eksplorasi dua hingga tiga warna dan pola sederhana—efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Improving Gross Motor Skills Through Outdoor Ball Games for Early Childhood in Kindergarten Yenti Elpi; Ridwan
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik kasar merupakan aspek perkembangan fisik yang menjadi dasar bagi keterampilan gerak, kebugaran, dan kepercayaan diri anak usia dini, namun di Kelompok B TK Al-Ihsan Kemantan Tinggi keterampilan ini belum berkembang optimal. Sebagian besar anak masih lemah dalam melempar, menangkap, dan menendang bola, serta dalam menjaga keseimbangan tubuh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun melalui permainan bola di luar ruangan. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 16 anak Kelompok B semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar pengamatan delapan indikator motorik kasar dengan skala empat kategori (BB, MB, BSH, BSB), serta catatan lapangan dan dokumentasi untuk triangulasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif sekaligus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang progresif: rata-rata skor meningkat dari 2,00 (Mulai Berkembang) pada Siklus I menjadi 3,38 (Berkembang Sesuai Harapan menuju Berkembang Sangat Baik) pada Siklus II, dengan ketuntasan gabungan BSH dan BSB sebesar 94%. Seluruh delapan indikator pada Siklus II mencapai sekurang-kurangnya kategori Berkembang Sesuai Harapan sesuai milestone anak usia 5–6 tahun, dan sebagian mencapai kategori tertinggi. Disimpulkan bahwa permainan bola di luar ruangan yang dirancang secara bertahap—dari permainan bola dasar menuju permainan kombinasi dan beregu—efektif meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini.