Taufan Arif
Jurusan Keperawatan, Poltekes Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN PENGARUH GLUKOSA DARAH ACAK DAN DRESSING TERHADAP LUKA DIABETES DI MALANG Taufan Arif
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7 No 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/ncze6e57

Abstract

Pendahuluan: Luka kaki diabetes merupakan kondisi patologis kaki akibat diabetes mellitus atau komplikasinya dalam jangka panjang. Amputasi ulkus diabetik mencapai 1 juta setiap tahunnya. Tujuan penelitian menjelaskan perbedaan pengaruh glukosa darah acak dan dressing terhadap luka diabetes di Malang.  Metode: Penelitian menggunakan cross sectional design. Populasi berjumlah 60 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi klien DM berusia >35 tahun, DM tipe-II, dan luka grade 1 dan 2. Kriteria eksklusi meliputi klien ostoemielitis, tidak kooperatif, dan ketoasidosis diabetikum. Variabel independent adalah glukosa darah acak, dan dressing. Variabel dependent penelitian adalah luka. Instrumen glukosa menggunakan glukometer. Instrumen dressing menggunakan lembar observasi. Instrumen luka menggunakan lembar observasi BWAT. Penelitian dilaksanakan September-November 2018. Data dianalisis menggunakan uji regresi liner ganda.  Hasil: Uji regresi linier berganda menunjukkan nilai p-value variabel gula darah acak adalah 0.039 dan variabel wound dressing menunjukkan nilai p-value 0.002. Dari hasil regresi tersebut menunjukkan variabel wound dressing lebih berpengaruh terhadap luka.  Kesimpulan:Penggunaan wound dressing dalam perawatan luka diabetes memberikan pengaruh yang lebih besar dalam proses penyembuhan luka daripada kestabilan kadar glukosa darah acak. Penggunaan  wound dressing yang menjaga moisture balance akan meningkatkan proses pertumbuhan sel, proliferasi kolagen, dan menstabilkan matrikskan jaringan sehat. Jika penelitian akan dilanjutkan oleh peneliti selanjutnya, maka perlu melanjutkan penelitian yang melihat kadar glukosa darah dengan pemeriksaan HbA1c.