Masalah kesehatan mental pada mahasiswa merupakan salah satu perhatian penting dalam kesehatan masyarakat, sementara keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental dapat menghambat identifikasi dini terhadap masalah psikologis. Kecerdasan buatan generatif (Artificial Intelligence/AI), termasuk AI percakapan, telah berkembang sebagai salah satu alat yang berpotensi digunakan untuk skrining awal kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman mahasiswa optometri dalam menggunakan Gemini AI sebagai alat skrining awal kesehatan mental dalam konteks kesehatan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan 55 mahasiswa optometri dari sebuah institusi pendidikan tinggi. Data dikumpulkan melalui pengalaman dan tanggapan peserta setelah menggunakan Gemini AI untuk skrining kesehatan mental dan dianalisis secara tematik. Lima tema utama berhasil diidentifikasi, yaitu persepsi terhadap kebermanfaatan, asesmen yang rinci dan personal, kemudahan penggunaan dan aksesibilitas, kebutuhan peningkatan fitur skrining dan desain antar muka, serta pengakuan bahwa AI berperan sebagai pelengkap dan bukan pengganti layanan kesehatan mental profesional. Peserta memandang Gemini AI bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran terhadap kondisi psikologis, memfasilitasi refleksi diri, serta memberikan umpan balik hasil skrining yang mudah diakses dan dipahami. Namun, peserta juga menekankan perlunya pertanyaan skrining yang lebih komprehensif, peningkatan fitur antarmuka, serta konsultasi dengan tenaga profesional untuk penilaian lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa Gemini AI memiliki potensi sebagai alat pendukung skrining awal kesehatan mental yang mudah diakses oleh mahasiswa. Meskipun demikian, penerapannya perlu disertai dengan instrumen skrining yang tervalidasi, perlindungan privasi, alur rujukan yang tepat, serta pengawasan oleh tenaga profesional.