Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kualitas kehidupan manusia yang tidak hanya berkaitan dengan terbebasnya individu dari gangguan psikologis, tetapi juga mencakup kemampuan menjalani kehidupan secara bermakna, mengelola emosi, membangun hubungan positif, serta mengembangkan potensi diri. Dalam perspektif Islam, kesehatan mental memiliki dimensi yang lebih luas karena manusia dipahami sebagai makhluk jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis berdasarkan perspektif Al-Qur’an serta menjelaskan relevansinya dengan kajian psikologi Islam. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur psikologi, psikologi Islam, kesehatan mental, dan kesejahteraan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan konseptual mengenai kesehatan mental melalui konsep ketenangan jiwa, pengelolaan emosi, optimisme, kesabaran, tawakal, syukur, hubungan sosial, dan orientasi kehidupan yang bermakna. Kesejahteraan psikologis dalam perspektif Al-Qur’an tidak semata-mata ditentukan oleh kesenangan material, tetapi berkaitan dengan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan. Dengan demikian, perspektif Al-Qur’an dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan psikologi Islam dan pendekatan kesehatan mental yang integratif.