Ngalimun
Universitas Islam Pemalang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis dalam Perspektif Al-Qur’an Ngalimun; Khaerudin
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2761

Abstract

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kualitas kehidupan manusia yang tidak hanya berkaitan dengan terbebasnya individu dari gangguan psikologis, tetapi juga mencakup kemampuan menjalani kehidupan secara bermakna, mengelola emosi, membangun hubungan positif, serta mengembangkan potensi diri. Dalam perspektif Islam, kesehatan mental memiliki dimensi yang lebih luas karena manusia dipahami sebagai makhluk jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis berdasarkan perspektif Al-Qur’an serta menjelaskan relevansinya dengan kajian psikologi Islam. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur psikologi, psikologi Islam, kesehatan mental, dan kesejahteraan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan konseptual mengenai kesehatan mental melalui konsep ketenangan jiwa, pengelolaan emosi, optimisme, kesabaran, tawakal, syukur, hubungan sosial, dan orientasi kehidupan yang bermakna. Kesejahteraan psikologis dalam perspektif Al-Qur’an tidak semata-mata ditentukan oleh kesenangan material, tetapi berkaitan dengan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan. Dengan demikian, perspektif Al-Qur’an dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan psikologi Islam dan pendekatan kesehatan mental yang integratif.
Dimensi Ajaran Islam: Hubungan Antara Akidah, Syariah, dan Akhlak dalam Realitas Empiris Ngalimun; Muammar
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2765

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual dan empiris antara akidah, syariah, dan akhlak serta relevansinya terhadap kehidupan sosial masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan Al-Qur’an, hadis, karya pemikir Islam klasik dan kontemporer, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan integratif dengan menghubungkan dimensi normatif ajaran Islam dengan realitas perilaku manusia. Hasil kajian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, akidah berfungsi sebagai fondasi teologis yang memberikan orientasi makna terhadap tindakan manusia. Kedua, syariah menjadi kerangka normatif yang menerjemahkan nilai keimanan ke dalam aturan ibadah dan muamalah. Ketiga, akhlak merupakan manifestasi konkret dari internalisasi akidah dan pelaksanaan syariah dalam kehidupan individual maupun sosial. Keempat, integrasi ketiganya menjadi penting dalam menghadapi realitas empiris kontemporer, terutama krisis moral, perubahan sosial, pluralitas, dan transformasi digital. Dengan demikian, keberagamaan Islam yang utuh harus mempertemukan keyakinan, kepatuhan normatif, dan kematangan moral dalam kehidupan nyata