Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing dan untuk mengetahui besarnya pengaruh layanan tersebut terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa kelas X SMA Negeri 11 Banjarmasin. Fenomena rendahnya kepercayaan diri siswa tampak dari keengganan mengemukakan pendapat, kecemasan tampil di depan kelas, serta kecenderungan menarik diri dari aktivitas kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa kelas X yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Data dikumpulkan menggunakan angket skala kepercayaan diri model Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,885) dan dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov serta uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil pretest menunjukkan seluruh sampel berada pada kategori kepercayaan diri rendah dengan rata-rata skor 30,7. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing sebanyak tiga kali pertemuan, hasil posttest menunjukkan delapan dari sepuluh siswa mengalami peningkatan kepercayaan diri menjadi kategori sedang, sedangkan dua siswa masih berada pada kategori rendah. Hasil uji-t menunjukkan nilai t = -3,619 dan signifikansi sebesar 0,006 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Simpulan penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif strategi bagi guru bimbingan dan konseling di sekolah.