Normuslim
State Islamic University of Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistemologi Ibnu Rusyd, Al-Ghazali, dan Ibnu Sina: Perspektif Filsafat Islam: (The Epistemology of Ibn Rushd, Al-Ghazali, and Ibn Sina: An Islamic Philosophical Perspective) Normuslim; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1492

Abstract

Epistemologi Islam merupakan bidang kajian yang menelaah hakikat, sumber, dan batas pengetahuan dalam kerangka keislaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif pemikiran epistemologis tiga tokoh besar dalam tradisi filsafat Islam klasik, yaitu Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis komparatif-filosofis, yakni menelaah karya utama ketiga tokoh seperti Al-Syifa’ (Ibnu Sina), Tahafut al-Falasifah dan Ihya’ Ulum al-Din (Al-Ghazali), serta Tahafut al-Tahafut (Ibnu Rusyd). Data dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta relevansi pemikiran mereka terhadap perkembangan epistemologi Islam dan ilmu pengetahuan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiganya memiliki landasan epistemologis yang berbeda namun saling melengkapi. Ibnu Sina menekankan rasionalitas dan proses intelektual sebagai jalan menuju pengetahuan; Al-Ghazali menempatkan intuisi dan iluminasi spiritual sebagai puncak pengetahuan hakiki; sementara Ibnu Rusyd berusaha mengharmonikan akal dan wahyu, menolak dikotomi antara filsafat dan agama. Ketiganya memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan ilmu dan etika berpikir dalam Islam. Implikasi kontemporernya terlihat pada pentingnya integrasi antara rasio, etika, dan spiritualitas dalam pendidikan dan riset ilmiah modern, guna membentuk manusia yang berilmu sekaligus berakhlak.