Musik Hardcore Punk pada era modern menjadi aspek yang berpengaruh terhadap visual stage. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksplorasi kreativitas visual dalam bermusik pada skena hardcore punk Titik Dua Kolektif di Kota Batu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada berkembangnya subkultur musik independen yang tidak hanya menampilkan praktik musikal, tetapi juga menghadirkan visual sebagai media ekspresi identitas, solidaritas, dan resistensi budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas visual dalam skena hardcore punk berperan sebagai strategi kultural yang mencakup tiga aspek utama sebagai representasi identitas kolektif, media komunikasi nilai dan ideologi, serta strategi mempertahankan eksistensi komunitas melalui praktik Do It Yourself (DIY). Eksplorasi tersebut diwujudkan melalui praktik audio mapping dan desain grafis. Audio mapping menunjukkan adanya integrasi antara unsur bunyi dan visual yang responsif terhadap tempo, ritme, dan dinamika musik. Sementara itu, desain grafis yang meliputi flyer dan merchandise menjadi media ekspresi visual. Dengan demikian, kreativitas visual dalam bermusik pada skena ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai bagian dari produksi budaya yang memperkuat identitas subkultur hardcore punk sebagai bentuk visual heritage kontemporer berbasis komunitas.