The increasing volatility of global markets requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the halal creative industry to develop sustainable business strategies that ensure resilience and long-term competitiveness. The integration of halal values into creative business models has emerged as a strategic approach to strengthening consumer trust and maintaining business sustainability amid economic uncertainty. This study aims to analyze the sustainability strategies implemented by MSMEs in the halal creative industry sector in Pekalongan, particularly within the Kedungwuni convection industry, in responding to global market fluctuations. The study also explores how halal principles are integrated into creative business practices to generate sustainable competitive advantages. This research employed a qualitative approach through systematic field observations conducted on ten leading creative MSMEs in the Kedungwuni convection cluster, Pekalongan. Observations focused on production processes, halal supply chain management, and market interactions to capture operational phenomena objectively. Data validity was ensured through methodological triangulation techniques. The findings reveal that the sustainability strategies of Kedungwuni convection MSMEs are primarily driven by the synergy between the utilization of environmentally friendly local raw materials and compliance with halal certification standards, which serve as mechanisms for enhancing consumer trust. Furthermore, MSMEs that adopted digital technologies in creative marketing demonstrated greater resilience to economic disruptions than those relying on conventional business practices.The study provides insights for policymakers in Pekalongan to formulate supportive regulations, including simplifying halal certification procedures and offering circular business management training for the creative sector. The research enriches the strategic management literature by highlighting the role of religious ethics and halal principles in fostering sustainable development within the people-centered economic ecosystem. [Fluktuasi pasar global yang semakin dinamis menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada sektor industri kreatif halal untuk menerapkan strategi keberlanjutan yang mampu meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha. Integrasi nilai-nilai halal ke dalam model bisnis kreatif menjadi salah satu pendekatan strategis yang dapat memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keberlanjutan yang diimplementasikan oleh pelaku UMKM pada sektor industri kreatif halal di Pekalongan, khususnya UMKM konveksi di Kedungwuni, dalam menghadapi fluktuasi pasar global. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana prinsip-prinsip halal diintegrasikan ke dalam praktik bisnis kreatif guna menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan yang sistematis terhadap sepuluh UMKM kreatif unggulan pada sektor konveksi di Kedungwuni Pekalongan. Observasi difokuskan pada proses produksi, manajemen rantai pasok halal, dan interaksi pasar untuk memperoleh gambaran objektif mengenai fenomena operasional yang terjadi. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan UMKM konveksi di Kedungwuni Pekalongan bertumpu pada sinergi antara pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan dan kepatuhan terhadap standar sertifikasi halal sebagai instrumen untuk membangun kepercayaan konsumen. Selain itu, UMKM yang mengadopsi teknologi digital dalam pemasaran kreatif memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap guncangan ekonomi dibandingkan dengan usaha yang masih dikelola secara konvensional. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk merumuskan regulasi yang mendukung pengembangan industri kreatif halal, seperti penyederhanaan akses sertifikasi halal dan penyelenggaraan pelatihan manajemen bisnis berbasis ekonomi sirkular. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat literatur manajemen strategi dengan menunjukkan bahwa etika religius dan prinsip halal dapat menjadi fondasi penting dalam membangun keberlanjutan usaha pada ekosistem ekonomi kerakyatan.]