Ananius Donatus D Rure
Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pengembangan Strategi Diferensiasi Produk Halal pada Klaster Ekonomi Kreatif ATBM Pekalongan Muhammad Ghoitsun Nada; Muhammad Agil; Ananius Donatus D Rure
Al-Iqtishad wal Mashlahah: Journal of Islamic Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2026): Al-Iqtishad wal Mashlahah: Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/iqtishad.v1i2.995

Abstract

This research is based on the alignment of product differentiation strategies for halal product categories and types by integrating Islamic economic principles with Artificial Intelligence (AI) technology. It aims to develop a Halal Product Differentiation Strategy Model within the creative economy cluster of Pekalongan, specifically focusing on Handloom Weaving (Alat Tenun Bukan Mesin / ATBM) through the integration of modern AI technology. This integration has become imperative due to rising demands for transparency in global supply chains, whereas traditional manual certification methods are lagging and increasingly require replacement by "digital authenticity." To ensure that traditional creative economy clusters do not lose their role within the Halal Industry 4.0—which demands high-level traceability—it is highly probable that despite their low level of embedded technology, balancing halal standardization will enable them to contribute more effectively to a creative economy that might otherwise lose its relevance. This study employs a descriptive qualitative approach utilizing the Research and Development (R&D) method. Data were gathered through in-depth observations and interviews with ATBM MSMEs in Pekalongan, technology design experts, and Sharia experts (Halal Auditors). The collected data were systematically followed up using field-suitability techniques. Based on the research findings, it can be concluded that product differentiation strategies for halal ATBM products can be successfully implemented through technology. Its role is highly critical in ensuring a sustainable halal system without disrupting or replacing the manual weaving process. In this manner, even though the management and designs are modernized, the spirit and craftsmanship integrity of ATBM can be fully preserved and reflected. This model offers a strategic pathway for local artisans to transform cultural heritage products into premium, highly competitive commodities. This study reinforces that the primary challenge lies in seamlessly integrating digital technology with Halal values to cultivate a sustainable competitive advantage in the global market. [Penelitian ini didasarkan pada kesamaan strategi diferensiasi produk untuk kategori dan tipe produk halal dengan mengintegrasikan prinsip ekonomi Islam dengan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) guna mengembangkan Model Strategi Diferensiasi Produk Halal di klaster ekonomi kreatif Pekalongan, khususnya untuk Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan mengintegrasikan teknologi modern (AI). Integrasi ini menjadi keharusan karena meningkatnya tuntutan transparansi pada rantai pasok global, sementara sertifikasi tradisional yang dilakukan secara manual, mulai tertinggal karena memerlukan penggantian dengan “keaslian digital.” Jika industri halal 4.0, yang menuntut ketelurusuran tingkat tinggi atas produk halal yang terus menegaskan agar klaster ekonomi kreatif tradisional tidak kehilangan perannya, maka kemungkinan besar dengan tingkat teknologi yang rendah di dalamnya, serta tetap menyeimbangkan standarisasi halal, mereka dapat lebih berkontribusi pada ekonomi kreatif yang kehilangan relevansinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode R&D (Research and Development). Data dikumpulkan melalui observasi mendalam, wawancara dengan para UMKM ATBM di Pekalongan, dan ahli desain teknologi serta pakar syariah (Auditor Halal). Data ini ditindaklanjuti secara sistematis dengan teknik kesesuaian lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi diferensiasi pada produk halal di industri ATBM dapat diterapkan melalui teknologi, yang perannya sangat penting untuk memastikan sistem halal yang berkelanjutan tanpa mengganggu atau bahkan menggantikan proses menenun secara manual. Dengan cara ini, meskipun manajemen dan desainnya modern, semangat dan integritas kerajinan ATBM benar-benar dapat tercermin. Model ini menawarkan jalan strategis bagi para perajin lokal untuk mengubah produk warisan budaya menjadi barang dengan komoditas yang premium dan kompetitif. Penelitian ini menegaskan bahwa tantangannya terletak pada integrasi teknologi digital dengan nilai-nilai Halal, sehingga dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di pasar global..]