Pendidikan orang dewasa di gereja berperan penting dalam membentuk jemaat yang dewasa secara iman dan mampu menjalani kehidupan Kristen secara bertanggung jawab. Orang dewasa memiliki pengalaman hidup, tanggung jawab sosial, dan kebutuhan nyata yang berbeda dengan anak-anak, sehingga metode pembelajaran dan kurikulum harus disesuaikan. Namun, banyak gereja masih menggunakan pendekatan pedagogi yang berpusat pada guru, sehingga pembelajaran kurang aplikatif dan kurang berdampak dalam kehidupan sehari-hari jemaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan andragogi dalam pengembangan kurikulum pendidikan orang dewasa di gereja agar pembelajaran lebih kontekstual, fleksibel, dan efektif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka, mengkaji buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah terkait pendidikan orang dewasa, prinsip andragogi, dan penyusunan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan andragogi menempatkan orang dewasa sebagai subjek pembelajaran aktif, memanfaatkan pengalaman hidup mereka, dan berfokus pada pemecahan masalah nyata. Kurikulum berbasis andragogi membantu jemaat mengaitkan ajaran iman dengan kehidupan sehari-hari, meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman iman yang aplikatif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa gereja perlu menyusun kurikulum pendidikan orang dewasa yang kontekstual, relevan, dan aplikatif, bukan sekadar teori atau doktrin. Penerapan prinsip andragogi diharapkan mendorong pertumbuhan rohani jemaat, partisipasi aktif dalam proses belajar, serta keterlibatan bermakna dalam pelayanan. Dengan demikian, pendekatan andragogi menjadi landasan penting untuk mengembangkan kurikulum pendidikan orang dewasa yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi jemaat di gereja..