This Author published in this journals
All Journal RUMI
Patricia Wulandari
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Naratif Implementasi Hybrid Costing Dalam Pengendalian Biaya Produksi Pada Perusahaan Manufaktur Wahyuni; Mahfiza; Patricia Wulandari; Nursahida; Nur Intan
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri manufaktur yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk mampu menghasilkan produk berkualitas dengan biaya produksi yang efisien. Pengendalian biaya produksi menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga profitabilitas perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. Kompleksitas proses produksi pada perusahaan manufaktur modern menyebabkan metode penentuan biaya konvensional sering kali tidak mampu menghasilkan informasi biaya yang akurat, terutama pada perusahaan yang memiliki karakteristik produksi campuran antara produksi massal dan produksi berdasarkan pesanan. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan Hybrid Costing, yaitu metode penentuan biaya yang mengombinasikan pendekatan Process Costing dan Job Order Costing sehingga mampu menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat sesuai karakteristik proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Hybrid Costing dalam pengendalian biaya produksi pada perusahaan manufaktur, mengidentifikasi manfaat yang diperoleh perusahaan setelah menerapkan metode tersebut, serta menganalisis berbagai kendala yang dihadapi selama proses implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada beberapa perusahaan manufaktur yang memiliki karakteristik produksi campuran. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajer produksi, staf akuntansi biaya, dan supervisor produksi, disertai observasi terhadap aktivitas produksi serta dokumentasi laporan biaya perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Hybrid Costing mampu meningkatkan ketepatan perhitungan harga pokok produksi melalui pemisahan perlakuan biaya berdasarkan karakteristik proses produksi. Metode ini memberikan informasi biaya yang lebih rinci sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan pengendalian biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik. Selain itu, perusahaan mampu mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities), mengurangi pemborosan penggunaan bahan baku, serta meningkatkan efisiensi proses produksi. Perusahaan yang menerapkan Hybrid Costing secara konsisten menunjukkan penurunan biaya produksi rata-rata sebesar 10–15%, peningkatan akurasi penentuan harga jual, serta perbaikan dalam proses pengambilan keputusan manajerial. Meskipun demikian, implementasi Hybrid Costing masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan sistem informasi akuntansi biaya, kurangnya kompetensi sumber daya manusia dalam memahami metode costing modern, tingginya biaya implementasi awal, serta resistensi terhadap perubahan sistem kerja. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis bahwa Hybrid Costing dapat dipandang sebagai salah satu kapabilitas strategis perusahaan dalam perspektif Resource Based View (RBV) karena mampu menciptakan keunggulan kompetitif melalui pengelolaan biaya yang lebih efektif. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan manufaktur mengimplementasikan Hybrid Costing secara bertahap dengan didukung pengembangan sistem informasi biaya dan peningkatan kompetensi karyawan.