Adam Amin Bahar
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTRET DARI TEPIAN: PEREBUTAN RUANG KOTA DAN PERGESERAN INSTRUMEN KEBIJAKAN PENGELOLAAN KAMPUNG SUBALTERN DI JAKARTA UTARA TAHUN 2016-2019 Dimas Aufar Dwi Cahya; Adam Amin Bahar
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 9 عدد 1 (2026): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (September 2026)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v9i1.455

Abstract

Jakarta Utara, merupakan salah satu wilayah yang menyimpan cerita bagi setiap dinamika pertumbuhan kota?termasuk ragam interaksi, kompetisi dan kohesi di dalamnya. Sebagai wilayah dengan 80 RW kumuh pada tahun 2017, serta kepadatan penduduk yang mencapai 29.358 jiwa per kilometer persegi pada tahun 2024, wilayah Jakarta Utara menjadi target bagi ragam praktik penggusuran yang secara intensif dilakukan pada tahun 2016. Kondisi ini menciptakan perlawanan dan perebutan hak atas tempat tinggal yang menghadapkan masyarakat dan pemerintah dalam relasi kuasa yang asimetris. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini bermaksud mengungkap praktik paradoks kebijakan pembangunan kota, serta dinamika interaksinya dengan masyarakat subaltern kampung miskin kota di Jakarta Utara. Berbasis pada teori produksi ruang menurut Henry Lefebvre dan intrumen kebijakan menurut Michael Howlett, artikel ini menemukan bahwa terjadi perlawanan yang sistematis dari masyarakat kampung subaltern terhadap kebijakan pengelolaan kampung yang terbagi dalam tiga kelompok analisis, yakni spatial practice, representation of space, dan spaces of representation. Dalam perkembangannya, pada tahun 2018-2019 ragam pergolakan yang muncul tersebut telah merubah instrumen kebijakan pengelolaan kampung dari semula berbasis paksaan (compulsory) menjadi berbasis partisipasi sukarela (voluntary).