Penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap berisiko meningkatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru, penolakan masyarakat diduga menjadi hambatan utama dalam pencapaian target imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penolakan masyarakat dengan cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia sasaran di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru, dengan sampel sebanyak 44 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur serta verifikasi status imunisasi anak dari buku KIA/KMS. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Correlation. Hasil uji statistik SPSS menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah negatif yang sangat kuat antara penolakan masyarakat dan cakupan imunisasi dasar lengkap (r = -,883; p-value = 0,001 < 0,05). Penolakan masyarakat didominasi oleh maraknya informasi hoaks media sosial, narasi konspirasi, serta ketakutan akan reaksi pasca-imunisasi, yang berkontribusi sebesar 65,9% terhadap penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap. Disarankan bagi fasilitas kesehatan dan tenaga kebidanan untuk meningkatkan edukasi media digital yang terstruktur serta mengoptimalkan konseling penanganan reaksi pasca-imunisasi guna meredam kekhawatiran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.