Citra Nisrina Dhiya Amelia
Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan guru bahasa Arab dan Inggris dalam pengembangan Board Game edukatif berbasis budaya lokal di Thailand Selatan Faiz Rizki Muhammad; Hanifah As-Syakhisyah Al Qudwah; Livia Putri Wardani; Citra Nisrina Dhiya Amelia; Mailina Alawy Azzahra'; Ibnaty Nabila Agustin; Afrina Faiqah El Himmah; Rizkiatun Khairunisa; Diana Anggraini; Arifin Cheloh
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.416

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam mengembangkan media pembelajaran four skills berbasis permainan papan (board game) sesuai budaya lokal Thailand Selatan melalui permainan "Kae-m Ban-dai-ngu" (เกมบันไดงู – Tangga dan Ular) dan flashcard kosakata lokal. Program pendampingan dilaksanakan di Watnatham Islam School dan Rasmisart School dengan melibatkan 6 guru bahasa Arab dan 4 guru bahasa Inggris dari kedua sekolah tersebut sebagai mitra pengabdian. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan dan pendampingan selama satu pekan, pembuatan media, implementasi media pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi respons peserta selama proses pendampingan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan kontekstual sesuai dengan karakteristik peserta didik. Media ular tangga yang dikembangkan mampu mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa, yaitu listening, speaking, reading, dan writing dalam satu aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Selain itu, integrasi unsur budaya lokal Thailand Selatan pada media pembelajaran memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, partisipasi aktif, dan keberanian peserta didik dalam menggunakan bahasa asing. Program ini juga memperkuat kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis local wisdom yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran bahasa di sekolah. Dengan demikian, pendampingan pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab dan Bahasa Inggris di lingkungan sekolah. This community service activity aims to improve the competence of Arabic and English teachers in developing board game-based four-skills learning media aligned with the local culture of Southern Thailand through the game "Kae-m Ban-dai-ngu" (เกมบันไดงู) and local vocabulary flashcards. The mentoring program was conducted at Watnatham Islam School and Rasmisart School, involving 6 Arabic teachers and 4 English teachers from both schools as service partners. The implementation method consisted of four stages: identification of partner needs, training and mentoring for one week, media creation, implementation of learning media, and activity evaluation. Data for the activity were obtained through observation, interviews, documentation, and evaluations of participant responses during the mentoring process. The results of the activity showed that the mentoring successfully enhanced the teachers' ability to design creative, interactive, and contextual learning media tailored to the characteristics of the students. The developed snakes and ladders media was able to integrate four language skills, namely listening, speaking, reading, and writing, into a single fun learning activity. Furthermore, the integration of Southern Thailand's local cultural elements into the learning media had a positive impact on students' learning motivation, active participation, and confidence in using foreign languages. This program also strengthened teachers' creativity in developing local wisdom-based learning media relevant to language learning needs in schools. Consequently, mentoring for local culture-based learning media development can serve as an innovative alternative to improve the quality of Arabic and English learning in the school environment.