Tertib berlalu lintas adalah dambaan setiap masyarakat. Namun belum semua pengguna jalan mengetahui akan manfaat dari tertib berlalu lintas. Dalam praktik, seringkali pelajar tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas, tidak membawa SIM, dan tidak mengenakan helm bahkan sering terjadi ugal-ugalan dalam mengendarai kendaraan bermotor. Tujuan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yaitu meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum berlalu lintas di kalangan pelajar SMA, khususnya dalam menghadapi dinamika serta tantangan di era digital (seperti penggunaan smartphone saat berkendara, pengaruh media sosial, maupun kesadaran akan aturan lalu lintas digital/ETLE), dan Membentuk karakter disiplin dan tertib berlalu lintas pada usia remaja guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Pengabdian masyarakat ini akan diselenggarakan di Bulan Juni 2026. Peserta berjumlah kurang lebih 20 peserta yaitu siswa SMA Negeri 10 Semarang, dengan materi tentang tertib berlalu lintas di kalangan pelajar SMA dalam era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode utama yaitu penyampaian materi, presentasi video, ceramah, diskusi dan contoh kasus. Dampak kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya penguatan tertib berlalu lintas di kalangan pelajar dalam era digital, khususnya pelajar SMA Negeri 10 Semarang, sehingga meningkat pula kesadaran hukum dalam berlalu lintas terutama di jalan raya. Hasil dari pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait regulasi lalu lintas dan risiko penggunaan gadget saat berkendara. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan komitmen serta sikap tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah untuk meminimalisir risiko kecelakaan remaja. Traffic compliance is everyone's dream. However, not all road users are aware of the benefits of traffic compliance. In practice, students often disobey traffic signs, fail to carry a driver's license, and fail to wear helmets, often leading to reckless driving. The objectives of the Community Service program are to increase understanding and awareness of traffic laws among high school students, particularly in facing the dynamics and challenges of the digital era (such as smartphone use while driving, the influence of social media, and awareness of digital traffic regulations/ETLE), and to foster discipline and orderly traffic behavior among adolescents in order to reduce the number of traffic violations and accidents among students. This community service will be held in June 2026. Participants will be approximately 20 participants, namely students of SMA Negeri 10 Semarang, with material on traffic discipline among high school students in the digital era. This community service activity is carried out with the main methods of delivering material, video presentations, lectures, discussions and case examples. The impact of this community service activity is an increase in the strengthening of traffic discipline among students in the digital era, especially students of SMA Negeri 10 Semarang, thus increasing legal awareness in traffic, especially on the highway. The results of the implementation of the activity show a significant increase in participants' understanding of traffic regulations and the risks of using gadgets while driving. In addition, this activity has succeeded in fostering commitment and an attitude of traffic discipline in the school environment to minimize the risk of adolescent accidents.