Habib Hasyim Bin Alwi Al Bin Yahya
Fakultas Psikologi, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika kohesivitas kelompok pada santri baru: Sebuah studi fenomenologi Habib Hasyim Bin Alwi Al Bin Yahya; Joko Kuncoro
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika kohesivitas kelompok pada santri baru di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data menggunakan pedoman wawancara mendalam dengan model semi-terstruktur. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria partisipan sebagai berikut: 1) Santri mukim di pesantren, 2) Santri baru, kurang dari satu tahun mukim di pesantren, 3) Berusia minimal 18 tahun. Hasil penelitian mengungkap terdapat tiga tema spesifik berdasarkan pengalaman hidup santri baru mengenai kohesivitas kelompok di lingkungan pesantren, 1) Pemaknaan barakah sebagai tujuan hidup, 2) Ta’dzim atau Kepatuhan mutlak sebagai katalisator terhadap distress, dan 3) Ukhuwah (jalinan sosial yang didasarkan pada nilai religiusitas) sebagai kohesi sosial transfinit. Hasil penelitian dianalisis menggunakan model Interpretative Phenomenological Analysis. Luaran praktis penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pijakan untuk merancang program masa orientasi bagi santri baru agar lebih relevan dengan tujuan kohesivitas yang hendak dicapai pada masing-masing institusi pesantren di seluruh Indonesia. This study aims to uncover the dynamics of group cohesiveness among new santri (Islamic boarding school students). This study employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted using an in-depth, semi-structured interview guide. Sampling was carried out using a purposive sampling technique based on the following participant criteria: 1) Residing in the pesantren (boarding students), 2) Being a new student, with less than one year of residency in the pesantren, and 3) Being at least 18 years old. The results revealed three specific themes based on the lived experiences of new santri regarding group cohesiveness in the pesantren environment: 1) The meaning of barakah (blessing) as a life purpose, 2) Ta'dzim or radical obedience as a catalyst against distress, 3) Ukhuwah (social bonds based on religious values) as transfinite social cohesion. The research data were analyzed using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) framework. The practical output of this study can serve as a foundation for designing orientation programs for new santri, ensuring they are more aligned with the cohesiveness goals intended by each pesantren institution across Indonesia field.