Leli Nisfi Setiana
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Artificial Intelligence dan Deep Learning pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat; Maulana Andi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.454

Abstract

Guru Bahasa Indonesia SMK menghadapi berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan pendekatan Deep Learning. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMK Kota Semarang, sebagian besar guru belum memahami konsep AI dan Deep Learning, guru mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar yang inovatif, serta keterbatasan dalam pelatihan yang relevan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam memahami dan mengimplementasikan AI dan Deep Learning pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pendampingan. Kegiatan diikuti oleh 100 guru MGMP Bahasa Indonesia SMK Kota Semarang melalui ceramah interaktif, workshop, praktik penyusunan modul ajar, dan pendampingan klinis. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretes dan postes yang dianalisis dengan uji paired sample t-test dan perhitungan N-Gain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 40,00 pada pretes menjadi 75,00 pada postes atau mengalami peningkatan sebesar 35 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pretes dan postes (p < 0,05), sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,58 berada pada kategori sedang. Kegiatan ini juga menghasilkan komunitas praktisi melalui grup WhatsApp dan Google Drive sebagai media pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan penyusunan modul ajar, serta kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih inovatif, bermakna, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Indonesian language teachers at vocational schools face various challenges in implementing learning aligned with the Independent Curriculum, particularly in utilizing Artificial Intelligence (AI) and Deep Learning approaches. Based on interviews and discussions with the Head of the Indonesian Language MGMP at SMK Semarang City, most teachers do not yet understand the concepts of AI and Deep Learning, teachers experience difficulties in developing innovative teaching modules, and limitations in relevant training. This community service activity aims to improve teachers' pedagogical competence in understanding and implementing AI and Deep Learning in Indonesian language learning. The implementation method consists of three stages: preparation, implementation, and evaluation and mentoring. The activity was attended by 100 Indonesian Language MGMP teachers at SMK Semarang City through interactive lectures, workshops, practical training in developing teaching modules, and clinical mentoring. Evaluation was conducted using pretest and posttest instruments analyzed with paired sample t-tests and N-Gain calculations. The results of the activity showed that the average score of participants increased from 40.00 in the pretest to 75.00 in the posttest, an increase of 35 points. The paired sample t-test results showed a significant difference between the pretest and posttest scores (p < 0.05), while the N-Gain value of 0.58 was in the moderate category. This activity also generated a community of practitioners through WhatsApp groups and Google Drive as a medium for ongoing mentoring. Thus, the training proved effective in improving conceptual understanding, teaching module development skills, and teacher competency in implementing more innovative, meaningful, and technologically adaptive Indonesian language learning.