Elok Putri Nimasari
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ponorogo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan kelompok tani kopi Sambiganen melalui redesain mesin pengupas kulit tanduk berbasis teknologi tepat guna Adi Fajaryanto Cobantoro; Rizki Dwi Ardika; Elok Putri Nimasari; Elvina Dwi Cahyani; Lazuardi Irham Karaman; Ismail Abdurrozaq Zulkarnain; Ayu Anandita Putri Arista
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.470

Abstract

Keterbatasan proses pengupasan kulit tanduk menjadi salah satu hambatan dalam mengoptimalkan potensi kopi yang dikelola Kelompok Tani Margomulyo, Dusun Sambi, Desa Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Pengupasan yang masih dilakukan secara manual atau semi-manual membutuhkan waktu dan tenaga relatif besar serta berpotensi menghasilkan biji pecah dan mutu yang tidak seragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pengupasan, memperkuat konsistensi mutu hasil pascapanen, dan membangun tata kelola penggunaan teknologi di tingkat kelompok. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan mitra melalui tahapan identifikasi kondisi awal, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan. Intervensi utama berupa penerapan mesin pengupas kulit tanduk kopi yang disertai standarisasi proses, pelatihan operator, keselamatan kerja, pencatatan produksi, dan perawatan mesin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi diikuti dengan terbentuknya prosedur operasional, meningkatnya kemampuan mitra dalam mengoperasikan dan merawat mesin, serta tersusunnya sistem pencatatan produksi dan perawatan yang lebih terstruktur. Pendekatan ini memberikan dasar bagi pengelolaan pascapanen yang lebih terukur dan membuka peluang pengembangan layanan pengupasan berbasis kelompok. Namun, pengukuran kuantitatif terhadap peningkatan kapasitas, efisiensi waktu, dan penurunan defect masih perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat bukti dampak teknologi terhadap produktivitas dan nilai ekonomi kopi pada tahap pengembangan berikutnya. Limited hulling capacity has become one of the constraints in optimizing the coffee potential managed by the Margomulyo Farmers’ Group in Sambi Hamlet, Ngrayun Village, Ponorogo Regency. The hulling process, which is still conducted manually or semi-manually, requires considerable time and labor and may result in broken beans and inconsistent quality. This community service program aimed to improve hulling efficiency, strengthen postharvest quality consistency, and establish technology management at the group level. The program employed a participatory, needs-based approach through several stages, including initial condition assessment, socialization, training, appropriate technology implementation, mentoring, evaluation, and sustainability strengthening. The main intervention involved the implementation of a coffee hulling machine accompanied by process standardization, operator training, occupational safety procedures, production recording, and machine maintenance. The results indicated that technology implementation was accompanied by the establishment of operating procedures, improved partner capacity to operate and maintain the machine, and a more structured production and maintenance recording system. This approach provides a foundation for more measurable postharvest management and creates opportunities for developing group-based hulling services. However, quantitative measurements of capacity improvement, processing time efficiency, and defect reduction still need to be conducted continuously to strengthen evidence of the technology’s impact on coffee productivity and economic value in subsequent development stages.