Amanda Sulistiowati
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban Amanda Sulistiowati; Titik Sumiatin; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2405

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Tingkat kecemasan yang dialami pasien dapat mempengaruhi mekanisme koping yang digunakan dalam menghadapi kondisi penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien penyakit jantung koroner di poli jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 200 pasien penyakit jantung koroner di poli jantung RSUD dr. R Koesma Tuban. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 133 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan, sedangkan variabel dependen adalah mekanisme koping. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Kemudian data dianalisa menggunakan Chi-Square dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Hampir separuhnya (28,6%) pasien penyakit jantung koroner mengalami kecemasan sedang dan sebagian besar (59,4%) pasien penyakit jantung koroner melakukan mekanisme koping maladaptif. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,000 (<0,05) yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien penyakit jantung koroner di poli jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban. Kondisi ini menunjukkan bahwa kecemasan berperan penting dalam menentukan kemampuan pasien beradaptasi terhadap penyakit yang dideritanya, dukungan keluarga, edukasi kesehatan, dan pendampingan tenaga kesehatan diperlukan untuk membantu pasien mengelola kecemasan serta meningkatkan penggunaan mekanisme koping adaptif sehingga dapat mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner.