Barbara M
Institut Kesehatan Rajawali Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Discharge Planning Berbasis Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Postpartum 1-2 Hari Dalam Melakukan Perawatan Pencegahan Ikterus Neonatorum Di RSUD Cililin Tahun 2026 Sutihat S; Hernawati E; Barbara M
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2471

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, discharge planning melalui edukasi mengenai perawatan bayi baru lahir dan pencegahan ikterus penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mendukung deteksi dini. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh discharge planning berbasis leaflet terhadap pengetahuan ibu postpartum 1-2 hari dalam melakukan perawatan pencegahan ikterus neonatorum di RSUD Cililin tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain quasi experimental one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum 2 hari dengan jumlah sampel sebanyak sebanyak 49 orang dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis menggunakan wilcoxon test. Hasil Penelitian: sebelum diberikan discharge planning, skor pengetahuan ibu postpartum tentang perawatan dan pencegahan ikterus neonatorum sebesar 62,5 dan sesudah diberikan discharge planning, meningkat menjadi 91,7, serta terdapat terdapat perbedaan skor pengetahuan ibu sebelum dan sesudah discharge planning dengan selisih sebesar 29,2 dengan p < 0,001. Simpulan: terdapat pengaruh discharge planning berbasis leaflet terhadap pengetahuan ibu postpartum 1-2 hari dalam melakukan perawatan pencegahan ikterus neonatorum di RSUD Cililin tahun 2026.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Tahun 2026 Lesmana LN; Mufti IR; Barbara M
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2486

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada balita yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh berkaitan dengan pemenuhan gizi, pemberian makan, kebersihan, perawatan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 450 balita dengan sampel 212 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data pola asuh diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kejadian stunting ditentukan berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan α=0,05. Hasil Penelitian: Sebanyak 43 balita (20,3%) mengalami stunting dan 87 responden (41%) memiliki pola asuh kurang baik. Hasil uji Chi-square menunjukkan p-value 0,027 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting. Simpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Sarinagen. Pola asuh yang baik perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pendampingan orang tua sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.