Robirt Agus Shoin Hisof
Universitas Hafshawaty Zainul Hasan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Model Training-Based Terhadap Kemampuan Kader Dalam Investigasi Kontak Pasien TBC Di Desa Kalipenggung Robirt Agus Shoin Hisof; Roisah Roisah; Suhari Suhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2484

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan investigasi kontak untuk menemukan kasus secara dini. Kemampuan kader yang belum optimal dapat menghambat keberhasilan investigasi kontak. Edukasi model training-based merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kader. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh edukasi model training-based terhadap kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC di Desa Kalipenggung. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 75 kader kesehatan di Desa Kalipenggung, dengan sampel 42 kader yang dipilih sesuai kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi model training-based dengan durasi 2 × 60 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemampuan kader dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi terdapat 14 responden (33,3%) dalam kategori kompeten dan setelah edukasi meningkat menjadi 36 responden (85,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,690 dengan p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi model training-based terhadap kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC. Edukasi model training-based efektif meningkatkan kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC dan dapat digunakan sebagai strategi pemberdayaan kader untuk mendukung keberhasilan investigasi kontak serta penemuan kasus TBC secara dini.