Hermawati DD
Institut Kesehatan Rajawali Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Di Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026 Hermawati DD; Mufti IR; Barbara MAD
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2485

Abstract

Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya penting dalam memberikan perlindungan kepada anak terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah. Kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dukungan suami. Dukungan suami dapat membantu ibu dalam memperoleh informasi, motivasi, pendampingan, serta bantuan dalam memenuhi imunisasi anak. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian 161 responden. Data dukungan suami diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kepatuhan ibu dinilai berdasarkan kelengkapan imunisasi. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-square. Hasil Penelitian: Sebanyak 79 responden (49,1%) tidak mendapatkan dukungan dan 83 responden (51,6%) tidak patuh dalam kelengkapan pemberian imunisasi dasar. Hasil uji Chi-square diperoleh p-value = 0,001 (p<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 19–24 bulan. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Citalem. Ibu yang mendapatkan dukungan suami memiliki proporsi kepatuhan yang lebih tinggi.