Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kompetensi literasi numerasi guru Sekolah Dasar (SD) dalam implementasi Kurikulum Merdeka, serta tantangan dan strategi yang dihadapi oleh guru dalam proses tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional di Indonesia, memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan kontekstual. Namun, implementasi kurikulum ini juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal literasi numerasi yang menjadi salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen yang melibatkan guru-guru SD di beberapa sekolah di daerah SD Negeri 007 Jempang yang berada pada kampung mancong kecamatan jempang kabupaten kutai barat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kompetensi literasi numerasi, seperti keterbatasan dalam pemahaman konsep-konsep dasar numerasi, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pelatihan yang memadai. Namun, beberapa strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi tantangan ini termasuk penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan kolaboratif antar-guru. Penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan literasi numerasi sangat bergantung pada dukungan dari kebijakan sekolah dan peran aktif kepala sekolah dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi guru. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dan praktisi pendidikan, khususnya dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kompetensi literasi numerasi guru SD dalam rangka mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.