Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Multiple Intelligences terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS, serta mengetahui pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri 16 Talang Ubi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) melalui desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas VA sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan Multiple Intelligences dan kelas VB sebagai kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket kemandirian belajar dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji t dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (75,96) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (70,63), dengan nilai N-Gain sebesar 0,34, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,25. Kemandirian belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 66,45 menjadi 86,65, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 59,38 menjadi 73,96. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai thitung (8,92) lebih besar daripada ttabel (2,021), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kemandirian belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (thitung = 4,33 > ttabel = 2,064; Ŷ = 44,266 + 1,409X), dengan koefisien determinasi sebesar 43,80%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Multiple Intelligences berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS. Selain itu, kemandirian belajar juga memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa.