Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Analisis Faktor Yang Menyebabkan Rendahnya Cakupan Imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Sondang Sidabutar; Yunardi; Bona Utama Siringo; Emma Tambunan; Tatin Wahyanto; Ibnu Jafar
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.486

Abstract

Pemberian vaksin hepatitis B wajib dilakukan pada tiap anak dan remaja di bawah usia 19 tahun, yang belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B. Imunisasi hepatitis B merupakan salah satu jenis imunisasi wajib di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun.yaitu sebanyak 64 ibu yang memiliki balita yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, budaya, kemudahan akses, dukungan suami, kelengkapan alat dan promosi kesehatan, tokoh agama, petugas kesehatan berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Adapun variabel yang paling berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun adalah variabel dukungan tokoh agama. Saran dalam penelitian ini yaitu Perlu penelitian mengenai persepsi masyarakat lokal tentang imunisasi atau vaksin tertentu. Identifikasi isu lokal dan influencer kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan akan program imunisasi.