Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Literasi Manajemen Risiko Dan Keuangan UMKM Keramik Melalui Pelatihan Key Risk Indicator, Harga Pokok Produksi, Dan Investasi Vidya Ramadhan Putra Pratama; Gatot Iwan Kurniawan; Mirza Hedismarlina Yuneline
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26206

Abstract

Kurangnya literasi dalam manajemen risiko dan keuangan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menghambat kemampuan untuk menetapkan harga jual, menjaga likuiditas, memprediksi gangguan bisnis, dan merencanakan bisnis baru. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan UMKM keramik di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta tentang Key Risk Indicator (KRI), manajemen kas, catatan keuangan yang sangat sederhana, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), dan reinvestasi melalui pelatihan. Pelatihan diselenggarakan oleh Universitas Ekuitas Indonesia melalui hibah internal pada tanggal 13 April 2026 di Unit Pengembangan Pusat Keramik (Litbang) di Balai Desa Anjun dan dihadiri oleh sembilan pelaku UMKM keramik. Metodologi kegiatan terdiri dari identifikasi kebutuhan, penyampaian materi kontekstual, diskusi, praktik, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan. Rata-rata skor peserta naik 2,89 poin (56,56%) dari 5,11 menjadi 8,00. Semua responden melaporkan peningkatan skor. Uji t berpasangan (t(8)=9,34; p<0,001) menunjukkan perbedaan signifikan dengan ukuran efek besar (Cohen’s dz=3,11). Peserta mampu mengidentifikasi risiko produksi, bahan baku, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia melalui indikator seperti tingkat kegagalan produk, ketersediaan bahan baku, perputaran, umur piutang, dan jumlah pekerja aktif. Dalam dimensi keuangan, peserta memahami pemisahan keuangan bisnis dan pribadi, pencatatan arus kas, komponen HPP, penentuan harga jual, dan reinvestasi keuntungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan praktis terkait konteks bisnis keramik dapat meningkatkan tingkat pengetahuan jangka pendek yang dimiliki peserta. Bantuan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa pengetahuan ini diterapkan dan membantu kinerja bisnis.