Layanan rehabilitasi psikososial bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus sangat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga asuh dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan stabilitas emosional selama menjalankan tugas pengasuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan self-care, mengurangi indikasi kelelahan emosional, memperkuat kemampuan regulasi emosi, serta mengembangkan praktik self-care yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh tenaga asuh di UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan lapangan yang meliputi identifikasi masalah, perencanaan solusi, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Materi intervensi mencakup psikoedukasi mengenai burnout dan secondary traumatic stress, teknik relaksasi, mindfulness, micro-break, strategi coping adaptif, serta penguatan dukungan sebaya. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen delapan butir yang mengukur indikasi kelelahan emosional dan praktik self-care, serta melalui observasi dan refleksi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan rerata skor sebesar 50%, yaitu dari 12,4 sebelum intervensi menjadi 6,2 setelah intervensi. Penurunan skor tersebut menunjukkan berkurangnya indikasi kelelahan emosional dan meningkatnya keteraturan penerapan self-care. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai kesehatan psikologis serta kemampuan mempraktikkan teknik relaksasi, regulasi emosi, dan pemulihan diri dalam aktivitas pengasuhan. Keberlanjutan program didukung melalui penggunaan modul self-care, worksheet pemantauan mandiri, dan dukungan sebaya. Program ini memberikan model pendidikan kesehatan mental berbasis praktik dan kebutuhan lapangan yang dapat mendukung kesejahteraan psikologis tenaga asuh serta kualitas layanan rehabilitasi sosial anak.