Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Stunting Sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Ibu Balita di Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Dandi Pamungkas; Nabila Trihapsari; Viana Imroatul Khikmah; Fida Salma Nabila; Naela Aenun Nazwa; Shafira Dwi Wulandari; Bagas Arifin Putra; Bagus Arifin Putra; Fauzan Nadhif Daniswara; Farah Wahyu Faadhila; Ninuk Angelia
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25814

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi permasalahan stunting pada balita, ditunjukkan oleh tingginya jumlah anak dengan kategori pendek dan sangat pendek berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran ibu balita terkait pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita melalui edukasi kesehatan dengan pendekatan edukatif–partisipatif dan desain deskriptif, yang dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilaksanakan di Balai Desa Darmakradenan dengan melibatkan 16 orang ibu balita, serta dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan dari 90,3% pada pre-test menjadi 91,6% pada post-test, serta peningkatan sikap dari 81,9% menjadi 89,4%. Namun, peningkatan tersebut tergolong minimal, khususnya pada aspek pengetahuan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa keterbatasan, jumlah peserta yang terbatas, durasi edukasi yang singkat, serta belum adanya pengukuran perubahan perilaku dan dampak jangka panjang, sehingga hasil yang diperoleh hanya mencerminkan perubahan awal setelah edukasi.