Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Nilai Tambah Jambu Air Melalui Inovasi Manisan di Desa Meranjat III Rahmat Ismul Haris; Ilham Ilham; Maulida Dinda Ningsih; Nuraini Nuraini; Raudhatur Rahma Fitria; Dinda Nabila; Risky Risky; Rizki Ali Akbar; Muchtadiyansah Muchtadiyansah; Akmal Pasha Ramadiansyah; Muslimin Muslimin
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26607

Abstract

Desa Meranjat III, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir memiliki potensi jambu air yang cukup melimpah dan banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai komoditas pertanian pekarangan. Masalah muncul ketika produksi meningkat pada musim panen raya, sementara hasil panen sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk buah segar. Kondisi tersebut menyebabkan harga jual di tingkat petani berpotensi menurun dan sebagian buah mengalami kerusakan karena tidak segera terjual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan diversifikasi pengolahan jambu air menjadi manisan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan komoditas lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi dan wawancara awal, sosialisasi, diskusi kelompok, pelatihan teknis, praktik pembuatan manisan, pendampingan produksi dan pengemasan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test . Peserta kegiatan berjumlah 20 orang yang berasal dari kelompok tani dan masyarakat Desa Meranjat III. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 11 peserta (55,00%) berada pada kategori memahami dengan baik, enam peserta (30,00%) berada pada kategori cukup memahami, dan tiga peserta (15,00%) masih membutuhkan pendampingan. Praktik langsung membantu peserta memahami tahapan pengolahan mulai dari pemilihan bahan, pencucian, pemotongan, perendaman, pengolahan dengan larutan gula, hingga pengemasan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengolahan jambu air menjadi manisan dapat menjadi alternatif pemanfaatan hasil panen dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha berbasis komoditas lokal. Pendampingan lanjutan diperlukan dalam aspek pengemasan, pencatatan biaya produksi, perizinan, dan pemasaran.