UMKM Batik Kreasi Nila di Desa Juwetkenongo, Sidoarjo, merupakan pelaku usaha berbasis ekonomi kreatif yang mengangkat nilai budaya lokal melalui produk batik. Meskipun memiliki potensi besar, UMKM ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek produksi. Produk yang dihasilkan cenderung homogen tanpa diferensiasi yang signifikan, sementara keterbatasan peralatan modern dan strategi pemasaran membuat daya saingnya lemah di pasar yang semakin kompetitif. Menjawab permasalahan tersebut, melalui program Hibah Kemdiktisaintek Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 tim pengabdi melaksanakan program Pelatihan Bordir Kreatif yang bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, mendorong inovasi produk, serta memperkuat keberlanjutan usaha. Metode kegiatan meliputi: persiapan melalui survei lapangan, wawancara, dan diskusi dengan mitra, selanjutnya identifikasi dan analisis permasalahan, serta pelaksanaan pelatihan bordir kreatif yang terdiri dari sosialisasi, praktik bordir, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengrajin dalam mengombinasikan batik dengan bordir, yang menghasilkan diversifikasi produk berupa busana, tas, dan aksesori. Selain menambah nilai estetika dan daya saing, kegiatan ini juga memperkuat identitas sociopreneur Batik Kreasi Nila dengan mendorong pelibatan anak-anak disabilitas binaan dalam proses produksi. Dengan demikian, pelatihan bordir kreatif terbukti mampu menjawab permasalahan utama pada aspek produksi sekaligus mendukung keberlanjutan UMKM Batik Kreasi Nila melalui inovasi dan pemberdayaan sumber daya manusia.