Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PELATIHAN BERKELANJUTAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS MAGGOT Hermetia illucens DI SDN LAJUK PORONG Yos Adi Prakoso; Miarsono Sigit; Puput Ade Wahyuningtyas
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i4.10843

Abstract

Sampah organik merupakan sisa dari proses pengolahan makanan yang dihasilkan baik saat produksi berlangsung maupun setelahnya. Jika tidak dikelola dengan benar, sampah ini dapat membusuk dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu cara inovatif dan ramah lingkungan untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan larva black soldier fly (Hermetia illucens) atau maggot. Larva ini mampu mengurai sampah organik dalam jumlah besar, bahkan berkali lipat dari berat tubuhnya sendiri. Selain berfungsi mengurangi limbah, maggot juga menghasilkan sumber protein alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sedangkan sisa penguraiannya atau kasgot dapat digunakan sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian. Melalui metode ini, sampah organik tidak hanya berkurang, tetapi juga memberikan nilai ekonomi baru. Oleh sebab itu, penting untuk mengenalkan pengelolaan sampah organik berbasis maggot sejak di bangku Sekolah Dasar agar siswa terbiasa menjaga lingkungan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pelatihan kepada siswa SDN Lajuk Porong, Sidoarjo, mengenai pengolahan sampah organik berbasis maggot dari Black Soldier Fly (BSF). Program diawali dengan penyuluhan untuk mengenalkan jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya agar siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setelah itu, para siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan penetasan maggot dan praktik pengolahan sampah organik menggunakan maggot BSF. Selama satu bulan pelaksanaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan yang meliputi pengolahan kasgot, proses pengeringan dan pengemasan maggot, serta pemanfaatannya. Melalui kegiatan ini, siswa SDN Lajuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan sampah organik dan nonorganik, serta mengenal siklus hidup maggot. Mereka juga mampu mempraktikkan pengolahan sampah organik mulai dari tahap persiapan bahan, pemberian pakan maggot, hingga pengolahan hasil panen. Selain itu, siswa belajar mengolah kasgot menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang pengelolaan sampah ramah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan serta menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sejak usia dini.