Lingkungan keluarga merupakan ruang sosialisasi pertama bagi anak untuk belajar mengenai aturan, konsekuensi, kemandirian, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pola asuh orang tua, mengidentifikasi unsur lingkungan keluarga yang paling berpengaruh, serta mendeskripsikan tantangan orang tua dalam membentuk karakter tanggung jawab pada anak usia dini di Dusun Bengo, Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data meliputi beberapa keluarga yang memiliki anak usia dini dan guru PAUD yang mengetahui perkembangan anak. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, pola asuh demokratis/otoritatif mendukung tanggung jawab melalui bimbingan, keteladanan, pemberian pilihan terbatas, dan pelibatan anak dalam keputusan sederhana. Kedua, lingkungan keluarga yang paling mendukung ditandai oleh komunikasi terbuka, pembiasaan tugas sesuai usia, konsistensi aturan dan konsekuensi logis, penguatan positif, serta teladan orang tua. Ketiga, proses internalisasi tanggung jawab terhambat oleh inkonsistensi pengasuhan, keterbatasan waktu, keengganan orang tua memberikan konsekuensi, dan pengaruh lingkungan eksternal. Temuan menegaskan bahwa tanggung jawab pada anak usia dini tidak terbentuk melalui instruksi sesaat, tetapi melalui ekologi pengasuhan yang konsisten, relasional, dan berulang. Implikasi penelitian adalah perlunya program parenting PAUD yang menekankan keteladanan, rutinitas tugas rumah sederhana, komunikasi dialogis, dan konsekuensi logis yang sesuai perkembangan anak.