Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen guru, proses pembelajaran, dan motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri 3 Maros. Fokus penelitian ini adalah bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berpengaruh terhadap semangat dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa kelas atas. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen guru yang baik meliputi perencanaan pembelajaran yang matang, pengorganisasian kegiatan belajar yang terarah, serta pelaksanaan pembelajaran yang inovatif dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif. Guru yang mampu menerapkan strategi pembelajaran aktif dan memberi perhatian individual kepada siswa dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Selain itu, proses pembelajaran yang interaktif dan berbasis pengalaman siswa menjadikan peserta didik lebih antusias dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas dan memotivasi siswa. Manajemen guru yang efektif tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar, tetapi juga memperkuat hasil belajar dan karakter positif siswa. Temuan ini mendukung teori manajemen pendidikan yang dikemukakan oleh Mulyasa dan teori motivasi belajar dari Sardiman, yang menegaskan bahwa sinergi antara peran guru, proses pembelajaran, dan motivasi belajar siswa menjadi faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.