p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perempuan
Abby Gina Boang Manalu
Jurnal Perempuan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hak Politik Perempuan Pekerja Migran Indonesia Abby Gina Boang Manalu
Jurnal Perempuan Vol. 29 No. 2 (2024): Hak Politik Perempuan Pekerja Migran Indonesia
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Balik Janji Inklusi: Kekerasan, Eksklusi, dan Tanggung Jawab Politik Kolektif terhadap Perempuan Penyandang Disabilitas Wulandari Tri Wahyuni Suci; Ninik; Abby Gina Boang Manalu; Nada Salsabila
Jurnal Perempuan Vol. 29 No. 3 (2024): Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput: Suara, Solidaritas, dan Keadilan dalam Pem
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v29i3.1172

Abstract

Despite Indonesia's ratification of the CRPD and the enactment of Law No. 8/2016, women with disabilities continue to experience widespread gender-based violence. This article analyzes the structural causes of such violence through an intersectional feminist lens, drawing primarily on Iris Marion Young’s Social Connection Model of political responsibility. Employing a feminist perspective grounded in the advocacy experiences of civil society organizations (Pusat Rehabilitasi YAKKUM and SIGAB), as well as data from the 2024 National Assembly of Women with Disabilities, this article argues that such violence is rooted in systemic exclusion and the failure of state and society to transform unjust structures. The findings call for collective political responsibility and inclusive governance that centers the knowledge, voice, and agency of women with disabilities—not as passive beneficiaries, but as active political subjects
Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput: Suara, Solidaritas, dan Keadilan dalam Pembangunan Abby Gina Boang Manalu
Jurnal Perempuan Vol. 29 No. 3 (2024): Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput: Suara, Solidaritas, dan Keadilan dalam Pem
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kepemimpinan perempuan tumbuh dari pengalaman konkret, solidaritas komunitas, dan praktik kepedulian, serta berkelindan dengan perjuangan melawan penindasan yang saling mengunci antara identitas gender, kelas, etnisitas, dan disabilitas yang kerap berinterseksi. Sejalan dengan gagasan Manalu (2021) tentang keadilan sosial feminis, bahwa perjuangan ini menuntut pengakuan terhadap kerentanan dan keterhubungan sosial sebagai fondasi tanggung jawab kolektif. Keadilan sosial bukan semata distribusi sumber daya, tetapi juga rekognisi atas suara dan agensi perempuan yang selama ini dipinggirkan. Melalui kepemimpinan akar rumput yang ditampilkan di edisi ini, kita melihat bagaimana keadilan sosial feminis yang terwujud dalam pengalaman personal perempuan sebagai basis advokasi struktural, solidaritas komunitas menjelma kekuatan politik dan inklusi hadir sebagai prinsip etis yang menata ulang arah pembangunan.
Kekerasan Negara di Ruang Digital: Feminisme Digital dan Perjuangan OMS Perempuan di Era Kontemporer Abby Gina Boang Manalu; Asterlita Tirsa Raha; Patricia Kurnia; Faiz Abimanyu Wiguna; Panca Lintang Dyah Paramitha
Jurnal Perempuan Vol. 30 No. 2 (2025): Membaca Arah Keberlanjutan Feminisme Pasca-Reformasi: Kritik dan Praktik Kolek
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v30i2.1261

Abstract

This article examines state violence in digital spaces and its impact on women’s civil society organizations (CSOs) in Indonesia, focusing on the promise and fragility of digital feminist solidarity. Using critical feminist lenses, the qualitative study draws on online FGDs with diverse women’s CSOs (urban, youth, progressive religious, disability, Indigenous/grassroots, and LGBTIQ+ groups) and qualitative content analysis of their social media. Findings show repression emerges through lawfare (ITE Law, Criminal Code), surveillance, doxxing, moral stigmatization, and algorithmic/platform disciplining, producing chilling effects and self-censorship. CSOs respond via digital security, funding diversification, low-profile strategies, and solidarity networks. Transformative solidarity requires protection, equitable resourcing, and cross-issue alliances.