This study aims to analyze the effects of social, economic, and demographic factors on the desired number of children among women of reproductive age in Denpasar City. The study employed a quantitative approach with an explanatory research design. The sample consisted of 100 married women of reproductive age aged 15–49 years residing in Denpasar City, selected using proportionate stratified random sampling. Primary data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results show that age at first marriage, educational attainment, employment status, household income, and the number of living children simultaneously have a significant effect on the desired number of children. Partially, age at first marriage has a negative but statistically insignificant effect. Educational attainment and household income have significant negative effects. Women working in the formal sector desire fewer children than those working in the informal sector. In contrast, the number of living children has a significant positive effect on the desired number of children. The Adjusted R Square value of 0.732 indicates that 73.2 percent of the variation in the desired number of children is explained by the variables included in the model. The findings indicate that fertility preferences are associated with socioeconomic conditions and reproductive experiences, suggesting that family planning efforts should consider educational background, employment characteristics, household economic conditions, and reproductive experiences. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial, ekonomi, dan demografi terhadap jumlah anak yang diinginkan pada wanita usia subur di Kota Denpasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel terdiri atas 100 wanita usia subur berusia 15–49 tahun yang berstatus menikah dan berdomisili di Kota Denpasar, yang dipilih menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur kawin pertama, pendidikan wanita usia subur, status pekerjaan wanita usia subur, pendapatan rumah tangga, dan jumlah anak yang masih hidup secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah anak yang diinginkan. Secara parsial, umur kawin pertama memiliki arah negatif tetapi tidak berpengaruh signifikan. Pendidikan wanita usia subur dan pendapatan rumah tangga berpengaruh negatif dan signifikan. Wanita usia subur yang bekerja pada sektor formal memiliki jumlah anak yang diinginkan lebih rendah dibandingkan wanita yang bekerja pada sektor informal. Sebaliknya, jumlah anak yang masih hidup berpengaruh positif dan signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,732 menunjukkan bahwa 73,2 persen variasi jumlah anak yang diinginkan dapat dijelaskan oleh variabel dalam model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi jumlah anak berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi dan pengalaman reproduksi, sehingga perencanaan keluarga perlu mempertimbangkan karakteristik pendidikan, pekerjaan, kondisi ekonomi rumah tangga, dan pengalaman reproduksi pasangan usia subur. Kata kunci: Jumlah Anak yang Diinginkan, Wanita Usia Subur, Faktor Sosial, Faktor Ekonomi, Faktor Demografi