Adesulistyawati Adesulistyawati
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Widya Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Aromaterapi Lavender terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Unstable Angina Pectoris di Ruangan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Nolivia Nindi Bidu; Adesulistyawati Adesulistyawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 3 (2026): Desember (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i3.42253

Abstract

Unstable Angina Pectoris (UAP) merupakan kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penyempitan arteri koroner yang memicu iskemia miokard dengan manifestasi utama nyeri dada akut. Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi non-farmakologis aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien UAP. Secara global, World Health Organization (WHO,2021) mencatat penyakit kardiovaskular menyebabkan 17,9 juta kematian per tahun. (American Heart Associatio, 2021) melaporkan bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) secara spesifik menyebabkan 17,3 juta kematian per tahun dan diprediksi meningkat menjadi 836.456 kematian pada tahun 2030. Di Indonesia, (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2019) mencatat sebanyak 2.650.340 orang terdiagnosis penyakit jantung, dengan prevalensi nasional mencapai 1,92%. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Riskesdas, 2018), prevalensi penyakit jantung tercatat sebesar 1,9% (Kemenkes, 2021). Berdasarkan data rekam medis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 241 penderita mengalami Unstable Angina Pectoris yang dirawat di Ruangan Melati. Studi kasus ini melibatkan 5 pasien UAP di RSUD Undata. Intervensi berupa inhalasi aromaterapi lavender via diffuser (4–5 tetes/100–150 ml air) selama 60 menit sehari selama 3 hari. Skala nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Sebelum intervensi, seluruh pasien mengalami nyeri sedang hingga berat (skala 5–7). Setelah 3 hari pemberian aromaterapi lavender, terjadi penurunan tingkat nyeri secara signifikan menjadi skala ringan (skala 1–2). Inhalasi aromaterapi lavender efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan tingkat nyeri dada dan meningkatkan kenyamanan pasien UAP.